oleh

Andaikan Dulu SBY Tidak Paksa Prabowo Pulang dari Yordania, Ini yang Terjadi

-Politik-330 views

Jakarta, Radar Pagi – Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief berkicau di Twitter bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2006 silam memaksa Prabowo Subianto yang kala itu sudah bertahun-tahun bermukim di Yordania untuk pulang ke Indonesia. Apa yang terjadi seandainya Prabowo tidak dipaksa pulang oleh SBY?

Jawabannya ternyata sederhana saja. Menurut Andi Arief, Prabowo tidak akan bisa jadi capres seandainya tetap tinggal di Yordania.

“Andai Pak SBY gak memaksa Pak Prabowo pulang dari Yordania, mungkin capresnya bukan Pak Prabowo,” cuit Andi Arief, Minggu (19/5/2019). Cuitan ini kemudian dibagikan Andi ke sejumlah wartawan.

Menurut Andi, SBY memanggil Prabowo karena ingin mantan Danjen Kopassus itu bisa berkiprah di tanah air. “Ngapain di Yordania kalau masih bisa berkiprah di Indonesia?” kata Andi kemudian, tidak lagi melalui cuitan twitter, tetapi langsung melalui pesan singkat ke ponsel wartawan.

Hal tersebut, kata Andi, membuktikan bila SBY tidak pernah berniat menghalangi Prabowo menjadi Presiden, “Justru SBY yang memaksa dan menjamin Prabowo bisa berpolitik kembali,” katanya.

Cuitan Andi soal hubungan SBY dan Prabowo ini merupakan balasannya atas tweet seseorang yang menonjolkan jasa Prabowo untuk Partai Demokrat.

“Seandainya mlm itu Prabowo menolaknya, mk Demokrat sungguh2 mjd partai yg malang. Beruntung Prabowo berbaik hati,” cuit netizen itu. Tetapi cuitan tersebut kurang menjelaskan Prabowo menerima atau menolak apa. (maria)

 

 

News Feed