oleh

Mayjen (Purn) Soernarko Ditahan di RTM Guntur Karena Dugaan Selundupkan Senjata (ke Massa Aksi 22 Mei?)

-Utama-870 views

Jakarta, Radar Pagi – Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko dan seorang anggota militer aktif berinisial Praka BP ditahan di Rumah Tahanan Militer (Guntur) lantaran diduga terlibat dalam kasus penyelundupan senjata.

“Tadi malam, 20 Mei 2019, telah dilakukan penyidikan terhadap oknum yang diduga sebagai pelaku pada waktu bersamaan oleh penyidik dari Mabes Polri dan penyidik dari POM TNI,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Penangkapan terhadap Soenarko dilakukan oleh tim gabungan dari Mabes Polri dan POM TNI.

Berbeda dengan Praka BP yang secara resmi memang ditahan di RTM Guntur, Soenarko karena sudah berstatus sipil setelah pensiun sebenarnya menjadi tahanan Mabes Polri, namun dengan alasan tertentu dititipkan sementara ke RTM Guntur.

Belum diketahui apakah penyelundupan senjata yang dimaksud adalah upaya menyelundupkan senjata ke massa Aksi 22 Mei. Karena sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ada sejumlah purnawirawan terlibat rencana penyelundupan senjata dalam Aksi 22 Mei.

“Purnawirawan yang terlibat sekarang akan dipanggil. Kalau itu berkait ke mana-mana pasti akan kami tindak,” katanya di Hotel Akmani, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019) malam kemarin.

Sebelumnya juga diketahui, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut pemerintah telah mengidentifikasi kelompok yang ingin berbuat anarkis dan mengganggu keamanan pada 22 Mei 2019 mendatang. Bahkan, dia menuturkan pihak intelijen berhasil menangkap kelompok yang menyelundupkan senjata untuk mengacaukan aksi 22 Mei.

“Intelijen kita sudah menangkap adanya upaya menyelundupkan senjata. Kita tangkap, ada senjata. Orangnya ini sudah sedang diproses,” kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Senin (22/5/2019).

Moeldoko mengatakan penyelundupan senjata itu sengaja dilakukan oleh kelompok-untuk mengacaukan aksi 22 Mei. Caranya, lanjut dia, dengan menembak ke kerumunan sehingga seolah-olah tembakan tersebut berasal dari TNI-Polri.

“Itu menjadi trigger (pemicu) berawalnya sebuah kondisi chaos,” tutup Moeldoko.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo belum mau berkomentar banyak soal penangkapan Soenarko. Ketika dikonfirmasi pada Selasa, 21 Mei 2019, Dedi hanya menjawab, “Tunggu Pak Menko saja.”

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Sisriadi pun menolak berkomentar panjang. “Ke media center Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan saja, biar lebih jelas. Akan dijelaskan Pak Menkopolhukam,” kata dia. (arman)

 

 

News Feed