oleh

Gawat! Ada Parpol Suplai Batu untuk Para Pendemo, Ulama FPI Bantu Polisi Halau Massa Rusuh

-Utama-649 views

Jakarta, Radar Pagi – Ada sebuah parpol diduga menyuplai batu kepada demonstran untuk melawan petugas dalam kerusuhan di Jakarta, Rabu (22/5/2019) dini hari tadi. Polisi menemukan sebuah ambulans milik sebuah parpol berisi batu dan alat-alat lain yang digunakan untuk melawan aparat.

 

“Ada satu ambulans. Ada partainya. Penuh dengan batu dan alat-alat,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Rabu (22/5/2019).

Namun Iqbal belum mau membuka parpol apa yang dimaksud.

“Saat ini sedang didalami oleh Polda Metro,” tutur Iqbal.

Dia pun menjelaskan kronologi terjadinya kericuhan dekat Bawaslu kemarin. Dia menyebut ada kedatangan massa diduga teroganisasi yang memicu kericuhan di dekat Bawaslu.

“Sekitar pukul 23.00 WIB tiba-tiba ada massa, massa kita tidak tahu massa itu dari mana. Massa yang berulah anarkis, provokatif berusaha merusak security barrier dan memprovokasi petugas. Sesuai dengan SOP, tidak boleh lagi ada massa aksi sangat larut malam petugas menghalau dengan mekanisme yang ada,” ujarnya.

Massa ini, ditegaskan M Iqbal, berbeda dengan massa yang mulanya menggelar aksi di depan Bawaslu, Selasa (21/5). Sebab, massa yang berdemo di depan Bawaslu sudah membubarkan diri sekitar pukul 21.00 WIB.

Terkait kedatangan massa menjelang tengah malam, polisi melakukan penanganan dengan mendorong ke arah Jalan Sabang dan Wahid Hasyim. Polisi terus mengimbau, hingga pukul 03.00 WIB, massa harus membubarkan diri.

“Bukan malah kooperatif tetapi menyerang petugas, bukan hanya dengan kata-kata tetapi dengan lemparan batu, molotov, petasan ukuran besar ke arah petugas. Massa tersebut sangat brutal,” kata Iqbal.

Namun akhirnya polisi berhasil menghalau massa tersebut. Sayangnya, tak beberapa lama kemudian, muncul lagi massa lainnya yang berbeda dengan massa sebelumnya. Polisi pun kembali bekerja keras menghalau mereka.

“Dari insiden tersebut, Polda Metro Jaya mengamankan 58 orang yang diduga provokator,” kata Iqbal.

Dari keterangan provokator yang ditangkap diketahui para pendemo sebagian besar bukan warga Jakarta, tetapi datang dari daerah.

Kabar beredar menyebutkan sedikitnya sekitar 200 orang terluka. Sebanyak 86 korban di antaranya yang mengalami luka-luka dibawa ke RS Pelni, Petamburan, Jakarta Barat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahkan menyatakan 6 orang tewas akibat peristiwa tersebut.

Ulama FPI Bantu Polisi

Sementara itu, puluhan ulama FPI membantu polisi menghalau massa yang diduga hendak berbuat rusuh flyover Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5/2019) pagi tadi.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi  mengatakan sebagian besar massa adalah pendatang dari daerah. Massa tersebut diketahui adalah massa yang datang sejak pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Setelah tadi malam berhasil dihalau polisi, pagi ini diduga mereka hendak berbuat anarkis kembali.

Hengki Haryadi memastikan massa tersebut bukan dari santri atau Front Pembela Islam (FPI). (igo/gun/maria)

 

News Feed