oleh

Rusuh Jakarta: Anies Sebut Ada 6 Korban Tewas, Polisi Malah Tidak Tahu

-Utama-632 views

Jakarta, Radar Pagi – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku mendapat informasi ada  6 korban tewas dalam kerusuhan yang terjadi di sekitar kawasan Tanah Abang, Rabu 22 Mei 2019 dini hari tadi. Jumlah itu belum termasuk ratusan orang mengalami luka. Namun polisi belum mengetahui apa benar ada korban tewas sebagaimana disebutkan Anies.

“Korban sejauh ini ada 6 korban meninggal,” kata Anies di RS Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Enam korban tewas itu dirawat di RS Tarakan, RS Pelni, Budi Kemuliaan, RSCM, dan RS Angkatan Laut Mintoharjo.

Menurut Anies, jumlah korban luka sampai jam 09.00 WIB diketahui ada sekitar 200 orang. “Jadi ada sekitar 200-an orang luka luka per jam 9,” katanya.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengaku bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi adanya korban tewas akibat kerusuhan semalam.

“Kita malah belum dapat informasi sampai sekarang ini. Nanti kita akan cek,” kata Kombes Argo kepada wartawan di Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Kerusuhan terjadi mulai menjelang tengah malam kemarin dan baru mulai kondusif menjelang sahur. Tetapi pada pagi hingga siang ini, massa kembali berdatangan ke sejumlah titik di Jakarta di antaranya di depan Bawaslu dan di sekitar Pasar Tanah Abang.

Pihak Rumah Sakit Budi Kemuliaan menyebut korban tertembak akibat kerusuhan di sekitar Tanah Abang, Jakarta, semalam, tak cuma seorang. Total, ada 17 pasien yang diterima RS tersebut.

“Korban lainnya ada yang terkena luka tembak di betis, tangan, sendi bahu, ada yang dikirim ke RS Tarakan karena perlu ada tindakan bedah,” ungkap Direktur RS Budi Kemuliaan Dr Fahrul W Arbi, di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Dia membenarkan ada seorang korban tewas tertembak di depan Pasar Blok A Tanah Abang. Korban tewas itu bernama Farhan Syafero (30) beralamat tinggal di Kampung Rawakalong, Kelurahan Grogol, Kota Depok. mengatakan, saat ini korban tewas tersebut sudah dibawa ke RSCM Cipto Mangunkusumo.

Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengaku masih mengecek soal penembakan itu. Yang jelas, pihaknya mengklaim tak memakai peluru tajam dalam pengamanan demo.

“Yang perlu disampaikan bahwa aparat keamanan dalam pam unjuk rasa tidak dibekali oleh peluru tajam dan senjata api. Kita sudah sampaikan jauh-jauh hari bahwa akan ada pihak ke-3 yang akan memanfaatkan situasi unras tersebut,” tandasnya.

Bila peluru tersebut benar bukan berasal dari senjata aparat, maka berasal dari senjata milik siapa? Apakah benar informasi intelijen yang diterima TNI/Polri bahwa ada penyusup ke tengah aksi massa yang akan menembaki massa sehingga nantinya rakyat akan mengira TNI dan Polri sebagai pelaku penembakan?

“(Penembakan) Itu menjadi trigger (pemicu) berawalnya sebuah kondisi chaos,” ujar Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. (igo/maria)

News Feed