oleh

Duta Wisata Jebeng Thulik Banyuwangi Main Video Porno

-Hukum-979 views

Banyuwangi, Radar Pagi –  Masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur, dihebokan video viral hubungan intim  sepasang kekasih yang beredar luas di jejaring whatsapp. Ironisnya, pemeran laki-laki dalam video tersebut adalah jebolan ajang pemilihan duta pariwisata Banyuwangi, Jebeng Thulik 2019.

Dua video masing-masing berdurasi 1.38 detik dan 1.36 detik itu menampilkan adegan syur seorang mahasiswa jurusan perhotelan dan siswi kelas 3 SMP (atau kelas 9). Keduanya terlihat saling bergantian memegang kamera handphone.

Dalam video porno tersebut, pemeran laki-laki berinisial RK memakai busana khas Banyuwangi.  RK juga dikenal sebagai youtuber dengan subscriber sekitar 11 ribu.

Dikutip dari detikcom, Ketua Paguyuban Jebeng Thulik (PJT) Banyuwangi, Panca Puspita membenarkan jika RK, pelaku laki-laki dalam video porno yang viral itu adalah duta pariwisata dalam pemilihan Jebeng Thulik 2019 lalu.

Namun lantaran kurang aktif dan perilaku yang kurang baik itu, dengan terpaksa yang bersangkutan dikeluarkan. Paguyuban Jebeng Thulik mencabut gelar duta pariwisata dan meminta selempang dan piala pemilihan.

“Yang bersangkutan pernah tercatat sebagai anggota PJT Banyuwangi. Sebenarnya sudah lama masuk evaluasi kami dalam kinerja sebagai duta. Selain itu adanya video tak senonoh ini membuat kita terpaksa untuk mencabut gelar yang diterimanya,” ujarnya, Selasa (28/5/2019).

Sebelum dilakukan pencabutan gelar itu, kata Panca, pihaknya telah melakukan investigasi terkait dengan dugaan video porno yang dilakukan oleh RK tersebut.

“Aktivitas negatif yang dilakukan RK bukanlah tanggungjawab kami. Dan tidak berkaitan dengan PJT. Karena memang yang bersangkutan sudah merekam video itu, jauh-jauh hari atau beberapa tahun lalu. Soal rekaman video kami tidak bisa berkomentar banyak karena kami tidak paham sama sekali,” pungkasnya.

Dikabarkan pihak kampus tempat RK kuliah sudah mengambil tindakan tegas dengan memecatnya, sementara pelajar SMP selaku pemeran wanita rapotnya ditahan pihak sekolah.

Sementara Jebeng dalam bahasa Using (suku asli Banyuwangi) memiliki arti anak perempuan dan Thulik merupakan panggilan untuk anak laki-laki.

Saat ini RK dan S sudah dijadikan tersangka. Polisi juga menetapkan seorang berinisial D sebagai tersangka penyebar video tersebut.

RK dan S dijerat dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sedangkan D sebagai pengunggah video mesum dijerat Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (maria)

 

News Feed