oleh

Polisi Ungkap 4 Tokoh yang Akan Dibunuh Pada Rusuh 22 Mei Kemarin: Wiranto, Luhut, Budi Gunawan, Gories Mere

-Utama-641 views

Jakarta, Radar Pagi – Polisi menangkap kelompok penyusup aksi damai di Jakarta pada 21-22 Mei yang berakhir dengan kerusuhan. Enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka yang melakukan jual beli senjata api (senpi) illegal serta berniat membunuh empat tokoh nasonal, yaitu Wiranto, Luhut Binsar Panjaitan, Budi Gunawan, dan Gories Mere.

“Mereka (pelaku) menyampaikan nama Pak Wiranto, Pak Luhut Menko Maritim, ketiga itu Pak Kabin (Kepala BIN Budi Gunawan), keempat Gories Mere (Staf Khusus Presiden bidang Intelijen dan Keamanan),” kata Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).

Selain itu, kelompok pengancam juga berniat membunuh seorang pimpinan lembaga survei. Namun Tito belum mau menyebut nama siapa calon korban tersebut.

Sebelumnya, Polri merilis enam tersangka terkait kepemilikan senpi ilegal, termasuk ada yang terlibat rencana pembunuhan tokoh nasional berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi. Mereka memiliki peran berbeda.

“(Tanggal) 14 Maret 2019 HK menerima uang Rp 150 juta dan TJ mendapat Rp 25 juta dari seseorang, seseorang itu kami kantongi identitasnya dan tim mendalami. TJ diminta membunuh dua orang tokoh nasional,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal, Senin (27/5/2019) kemarin.

Belakangan pada 12 April 2019, HK kembali dapat order tambahan untuk membunuh dua tokoh nasional lainnya, sehingga total 4 tokoh menjadi target pembunuhan.

“Jadi 4 target kelompok ini menghabisi nyawa tokoh nasional,” ujar Iqbal.

Pada April 2019 itu juga, seorang eksekutor lain berinisial HZ diperintahkan melakukan aksi pembunuhan terhadap seorang pimpinan lembaga survei.

“Terdapat perintah dari HZ untuk membunuh pimpinan satu lembaga, lembaga swasta. Lembaga survei,” ujar Iqbal.

Para tersangka, ungkap Iqbal, telah melakukan sejumlah survei sebelum membunuh targetnya. Salah satu caranya dengan memperhatikan suasana rumah masing-masing calon korban.

“Sudah digambar, di-mapping oleh mereka. Setting-nya negara ini akan goyang, tapi Allah sayang sama negara ini, kami akhirnya mengungkap kasus ini,” kata dia. (igo)

 

News Feed