oleh

Lewat Bantul? Hati-hati dengan Jalur Cino Mati, Kemiringannya 45 Derajat

-Jawa-1.652 views

Bantul, Radar Pagi – Jalur Cino Mati di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, terkenal dengan tanjakannya yang curam. Di beberapa titik, tingkat kemiringannya mencapai 45 derajat. Saking curamnya, kendaraan mobil dan motor sering tidak kuat menanjak hingga harus didorong. Yang jalan kaki apalagi yang mendorong mobil dan motor, dijamin bakal ngos-ngosan nafasnya. Bila anda menderita sakit jantung, sebaiknya jangan melewati jalur ini.

Meski terkenal ekstrim tingkat kecuramannya, jalur yang merupakan perbatasan Kecamatan Pleret dengan Kecamatan Dlingo ini cukup diminati pengendara. Selain ada yang terdorong rasa ingin tahu, jalur ini merupakan jalur tercepat menuju tempat wisata Kebun Buah Mangunan, Dlingo, Bantul. Untuk menuju Gunungkidul juga bisa melalui jalur ini.

Nama Cino Mati dalam aksen Jawa berarti Cina Mati. Konon bertahun-tahun silam ada seorang Tionghoa ditemukan tewas di jalur yang menghubungkan Desa Wonolelo dan Desa Terong. Sejak itu masyarakat setempat menyebut daerah tersebut Cino Mati.

Pada kenyataannya, meski namanya Cino Mati, tapi tentunya semua etnis dan agama berpotensi bisa mati di tempat ini lantaran tingkat keekstriman jalurnya yang penuh tanjakan, turunan dan kelokan tajam. Lalai sedikit saja saat berkendara, nyawa taruhannya.

Saking berbahayanya jalur ini, Kepolisian Sektor Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selalu mengimbau kendaraan bertransmisi automatic tidak melewati jalur tanjakan Cino Mati.

Pasalnya, rata-rata kendaraan yang gagal menanjak adalah mobil jenis itu. Alasannya sistem pada mobil automatic tidak dirancang untuk mengganti kecepatan gigi, dan jika melintasi tanjakan namun tenaganya kurang kuat, kendaraan bisa mundur ke belakang, sehingga membahayakan pengendara lain.

Salah satu tips agar sukses melewati jalur ini adalah dengan menjalankan mesin pada kecepatan gigi satu, hal ini tentunya bisa dilakukan dengan menggunakan mobil transmisi manual bukan automatic.

Untuk tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Bantul dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sudah melarang bus dan truk melintas di jalur Cino Mati.

Dinas Perhubungan dan Kepolisian Resort Bantul telah memasang rambu larangan bus dan truk di persimpang Dusun Cegokan, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret. Selain itu, peringatan untuk memindah gigi kecil saat menanjak ataupun rem kendaraan juga terpasang.

“Selama operasi, kendaraan bus besar dan truk terbuka kami larang melintas di Cino Mati,” kata Kasat Lantas Polres Bantul, AKP Cerryn Nova Madang Putri, beberapa waktu lalu.

Saat ini di sekitar lokasi juga sudah ada puluhan relawan dibantu personil Polri dan TNI. Mereka ada yang berjaga di beberapa titik dan beberapa lagi berperan sebagai tim ganjal ban bagi kendaraan yang tidak kuat menanjak. Bahkan sudah disiapkan petugas yang akan menggantikan sopir mengendarai mobil meleeati jalur ini bila pengemusi asli tidak mampu menaklukkan jalur tersebut.

“Ada yang tugasnya memberi arahan, membantu mendorong mobil dan mengganjal ban. Semua itu kami lakukan dengan sukarela dan tidak mengharap imbalan apapun, intinya kami hanya ingin membantu saja,” ujar Komandan SAR DIY Distrik Bantul, Mustardi, beberapa waktu lalu.

Ironisnya, meski berbahaya bagi pengendara kendaraan bermotor, tetapi jalur ini sangat dminati para pesepeda. Bahkan ada anekdot, siapa saja pesepeda yang mampu menaklukkan jalur Cino Mati, maka dia akan mampu menggowes sepedanya di jalanan mana saja di Yogyakarta. (ria)

 

News Feed