oleh

Ribut-ribut Partai Demokrat: SBY Digoyang, Hinca Diserang

-Utama-728 views

Jakarta, Radar Pagi –  Partai Demokrat (PD) diterpa masalah internal. Ketua DPP Partai Demokrat Subur Sembiring menyebut amanat yang diberikan Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Sekjen PD Hinca Pandjaitan untuk melaksanakan tugas harian DPP PD melanggar AD/ART partai. Sebelumnya, SBY pun digoyang isu ‘dilengserkan’ lewat Kongres Luar Biasa (KLB).

“Jika seorang ketum berhalangan, seharusnya memberikan mandat kepada salah satu Waketum DPP PD. Ketika mandat diberikan kepada seorang sekjen, maka sesungguhnya hal ini telah menyimpang dari konstitusional partai,” kata Subur kepada wartawan di Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Sebagai pelaksana tugas harian DPP PD, Hinca dinilai Subur tidak melaksanakan tugas dengan baik, karena tidak pernah menyampaikan arahan atau menggelar rapat bersama pejabat partai lainnya.

“Tidak pernah ada rapat-rapat menyangkut soal kegiatan internal PD dan tidak pernah ada juga petunjuk-petunjuk langsung yang beliau sampaikan tentang bagaimana seorang pelaksana harian PD menjalankan roda organisasi dan membesarkan PD,” kata Subur.

“Sebagai pelaksana harian, Sekjen DPP PD Hinca Pandjaitan saya harus katakan Anda tidak berbuat apa-apa,” sambungnya.

Hinca menerima mandat dari SBY untuk menjadi pelaksana harian partai pada Februari 2019 silam lantaran SBY merasa tidak bisa fokus dalam pemenangan PD di Pemilu 2019, sebab harus mendampingi istrinya, Ani Yudhoyono yang sedang sakit kanker darah.

Kekalahan PD di Pilpres kemarin sepertinya memang berujung pada ketidakpuasan sebagian kader. SBY pun sempat digoyang isu akan dilengserkan lewat Konggres Luar Biasa (KLB).

Isu KLB bermula ketika beberapa senior PD yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD), antara lain Max Sopacua, menggelar konferensi pers pada Kamis (15/6/2019) kemarin. Konferensi pers tersebut membahas perkembangan politik terkini, termasuk soal merosotnya suara Partai Demokrat di Pileg 2019.

Dalam konferensi pers tersebut, GMPDD mengeluarkan rilis yang menyinggung soal KLB. Rilis pers itu ternyata menimbulkan reaksi dari para kader di daerah. Mereka wenolak wacana KLB yang digulirkan. Sejauh ini belum diketahui respon SBY terhadap isu KLB tersebut. (maria)

News Feed