oleh

Ada 17 Juta DPT Fiktif? Yusril: Itu Pilih Prabowo atau Jokowi?

-Utama-645 views

Jakarta, Radar Pagi – Tim hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin menilai kesaksian Agus Maksum bahwa ada 17,5 juta DPT (Daftar Pemilh Tetap) bermasalah, tidak ada hubungannya dengan hasil Pilpres.
Menurut ketua tim hukum Jokowi, Yusril Ihza Mahendra, Agus gagal menjelaskan detail terkait DPT siluman.

“17 jutaan suara itu apakah memilih atau tidak? Atau apakah memilih Jokowi atau Prabowo, dia (Agus) tidak tahu,” kata Yusril di sela-sela skorsing sidang gugatan Pilpres 2019 di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

Menurut Yusril, bukti-bukti yang diajukan tim hukum Prabowo sangat berantakan. Mereka belum siap menghadirkan bukti P-155 yang diminta hakim MK Eni Nurbaningsih.

“Jadi belum pernah terjadi saya selama bersidang di pengadilan, alat bukti berantakan seperti ini. Tidak jelas seperti itu, padahal kadang-kadang kalau perkara pidana itu bisa disusun sampai 2 meter, tingginya itu alat bukti disusun rapi,” ujarnya.

Yusril pun mengutip pendapat Mahfud MD bahwa dalam pilpres sekarang sangat miskin alat bukti.

“Betul apa yang dikatakan para pengamat termasuk Pak Mahfud MD, bahwa permohonan di Mahkamah Konstitusi dalam pilpres sekarang sangat miskin alat bukti,” kata Yusril.

Sementara itu, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief juga tidak percaya dengan kesaksian saksi pro-Prabowo Subianto, Agus Maksum, soal data 17,5 juta DPT siluman. Dia menyebut percaya Agus Maksum berarti tidak rasional.

“Mempercayai Agus Maksum sama dengan mempercayai akun anonim yang selama ini mendukung 02,” cuit Andi Arief di Twitter, Rabu (19/6/2019).

Andi meminta MK mempercepat sidang yang beragendakan mendengarkan kesaksian pro-Prabowo. Dia ingin MK segera mendengarkan kesaksian saksi yang berkualitas.

“Sidang MK dipercepat saja memeriksa pak @msaid_didu soal status BUMN, kualitas saksi dan materi berikutnya pasti tidak akan relevan terhadap kecurangan, karena payung kecurangan DPT yang didengung-dengungkan sudah hancur. Dibohongi Agus Maksum,” sebut Andi.

Kesaksian Berubah-ubah

Dalam persidangan, Agus Maksum memberi contoh data KTP invalid atas nama Udung, warga Pangalengan, Bandung. Agus awalnya yakin tidak ada sosok bernama Udung sehingga sosok tersebut adalah fiktif  saat ditanyai hakim konstitusi Aswanto.. Namun keterangan itu kemudan diubah ketika Agus ditanyai Komisioner KPU Hasyim Asyari.

Hasyim Asyari bertanya bagaimana Agus bisa yakin Udung tidak ada jika tidak mengecek ke lapangan, disambung pertanyaan apakah bisa diyakini data atas nama Udung itu digunakan untuk pencoblosan. Agus menjawab tidak tahu.

Hakim I Gede Dewa Palguna lalu menanyakan jawaban Agus yang berubah itu. Dia mengingatkan awalnya Agus yakin sosok Udung tak ada (fiktif) tapi kenapa berubah jadi tidak tahu.

“Jadi keterangan mana yang akan Anda gunakan yang harus dipegang oleh Mahkamah?” kata Palguna.

Agus pun menjawab dia menjawab tidak tahu untuk pertanyaan apakah data atas nama Udung digunakan di hari pencoblosan.

Hakim kemudian bertanya lagi tentang sosok Udung apakah ada (benar ada) atau tidak ada (fiktif) di dunia ini. Ternyata Agus menjawab tidak tahu.

“Tidak tahu,” ujar Agus. (safrizal)

 

 

 

 

News Feed