oleh

Dituntut 6 Tahun, Habib Bahar Ingatkan Hakim dan Jaksa Soal Pengadilan Akhirat

-Hukum-128 views

Bandung, Radar Pagi – Habib Bahar bin Smith mengingatkan soal pengadilan akhirat kepada majelis hakim, jaksa, dan kepada tim penasihat hukumnya sendiri.

“Saya ingatkan majelis hakim yang mulia bahwasanya sekarang majelis hakim menyidang saya, mengadili saya, kelak di akhirat, saya, penasihat hukum, penuntut umum dan majelis hakim, kita pun akan disidang di pengadilan Allah dan pengadilan Allah yang seadil-adilnya,” ujar Bahar di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (21/6/2019) kemarin.

Pernyataan Bahar itu disampaikan melalui pembacaan nota pembelaan atau pleidoi yang dia bacakan sendiri tanpa teks di hadapan majelis hakim dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan.

Bahar yakin, tidak seperti kepolisian dan kejaksaan, majelis hakim terutama ketua majelis hakim Edison Muhammad tidak bisa diintervensi oleh siapapun, karenanya dia yakin hakim bisa memberikan hukuman yang lebih adil.

“Jikalau kepolisian bisa diintervensi, jikalau kejaksaan bisa diintervensi, saya yakin pengadilan tidak bisa diintervensi siapapun dan saya yakin majelis khususnya hakim ketua tidak bisa diintervensi oleh siapapun,” kata Baahar.

“Saya yakin majelis tidak akan membenarkan yang salah walaupun yang salah itu kawan dan tidak akan menyalahkan yang benar walaupun yang benar tidak sejalan dengan majelis hakim,” sambungnya.

Sebelumnya jaksa menuntut Habib Bahar bin Smith hukuman 6 tahun penjara. Jaksa menilai Bahar terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki di pondok pesantren Tajul Alawiyyin miliknya.

Menanggapi tuntutan jaksa, Bahar hanya ingin bertabayun kepada dua remaja itu untuk menanyakan informasi keduanya mengaku-ngaku sebagai habib Bahar di Bali.

“Saya hanya ingin tabayyun, ingin mencari tahu, ingin mengklarifikasi,” ujar Bahar.

Menurut Bahar, dia bertabayyun dengan cara menyuruh muridnya mencari Cahya dan Zaki ke rumahnya masing-masing. Lantas keduanya diminta datang ke ponpes miliknya itu.

“Saya punya ratusan ribu murid di daerah Jawa Barat apalagi di Bogor. Kalau saya punya niat jelek, bisa saja saya suruh murid saya menghabisi dia di jalan tanpa mengotori tangan saya, kalau saya punya niat jelek,” ujarnya. (heri)

News Feed