oleh

Ustaz Rahmat Baequni Minta Maaf Sebar Hoaks KPPS Tewas Diracun, Infonya Ternyata dari Media Sosial

-Hukum-342 views

Bandung, Radar Pagi – Ustad Rahmat Baequni ditangkap tim Polda Jawa Barat (Jabar) karena menyebut anggota KPPS meninggal diracun. Ucapan tersebut tersebar lewat video yang jadi viral di dunia maya. Usai diciduk, Rahmat pun meminta maaf. Dia menyebut informasi soal racun dibacanya dari media sosial.

“Saya Rahmat Baequni yang selama ini menjadi viral bahwa saya dituduh menyebarkan berita hoaks tentang anggota KPPS yang saya mengatakan mereka mati diracun.Sekali lagi demi Allah saya bersumpah atas nama Allah bahwa saya tidak bermaksud menyebarkan hoaks itu,” kata Rahmat melalui pesan suara yang dikirimkan kepada wartawan pada Jumat (21/6/2019).

Dia menegaskan drinya sama sekali tidak bermaksud menyebarkan hoaks dan meminta maaf kepada masyarakat.

“Saya meminta maaf kepada aparat kepolisian republik Indonesia dan kepada masyarakat termasuk kepada KPU, bahwa saya tidak bermaksud menyebarkan hoaks,” ujar Rahmat.

Rahmat mengaku informasi ratusan petugas KPPS tewas diracun hanya dia kutip dari media sosial.

“Saya hanya mengutip berita yang saat itu beredar di media sosial di Instagram, yang beberapa orang, semua orang pun bahkan di majelis itu juga pada mengatakan bajwa ‘iya tahu’ bahwa ada informasi seperti itu,” kata dia.

Belum diketahui dimana dan kapan tepatnya Rahmat ditangkap. Saat berita ini dibuat, Rahmat masih dimintai keterangan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi sebelumnya meminta polisi meminta klarifikasi kepada Rahmat. “Bilang KPPS diracun untuk bungkam saksi kecurangan? Orang ini menyebar hoax dengan bungkus ceramah agama,” cuit Pramono di akun Twitter-nya, @PramonoUtan, Rabu (19/6/2019) silam.

“Di tiap TPS, ada 7 petugas KPPS. Jika 1 orang meninggal, maka 6 yang lain masih bisa bersaksi. Silakan Pak Polisi tanya orang ini baik-baik,” katanya.

Pramono mengatakan, secara terpisah, sudah ada 3 lembaga yang melakukan pendalaman soal meninggalnya petugas KPPS, yaitu Kementerian Kesehatan, Komnas HAM, dan Ombudsman. Dalam laporan tiga lembaga itu, kata Pramono, tidak ada yang menyebut racun sebagai penyebab kematian.

“Orang ini harus pertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Pramono. (heri)

News Feed