oleh

Tim Hukum Prabowo-Sandi Disebut Main Kutip Pernyataan SBY Tanpa Izin

-Utama-723 views

Jakarta, Radar Pagi – Tim hukum pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dianggap main kutip tanpa izin pernyataan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) perihal ketidaknetral oknum aparat keamanan untuk dijadikan alat bukti persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK). Sudah begitu, pernyataan SBY itu pun sebenarnya tidak terkait pilpres 2019.

“Tidak ada konfirmasi sama sekali ke Pak SBY ataupun ke Demokrat terkait pengajuan itu,” kata Kepala Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, dikutip dari Okezone di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Dia meyakini jikapun SBY tak bakal hadir jika diminta hadir pihak Prabowo-Sandi untuk memberikan kesaksian terkait hal itu.

“Kalaupun diminta pak SBY enggak akan datang ke MK berikan kesaksian karena berita itu enggak ada keterkaitan dengan pilpres tapi hanya pilkada 2017,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade tak merinci secara detail apakah sudah pihaknya melakukan izin terkait megutip pernyataan tersebut.

Andre berujar, pihaknya tak mau mengganggu presiden ke-enam itu lantaran tengah masih dalam suasana duka usai kehilangan istri tercintanya.

“Kan menjaga perasaan pak SBY. Pak SBY sedang berduka kita ga mau menggangu beliau ya,” terang Andre.

Sebelumnya, salah satu ahli yang dihadirkan kubu Jokowi-Ma’ruf, Prof Edward Omar Sharif Hiarieu alias Eddy, menilai seharusnya kubu pasangan calon Prabowo-Sandi tidak hanya mencantumkan pemberitaan presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, turut menghadirkan yang bersangkutan untuk dalil ketidaknetralan Polri, TNI, dan BIN.

Namun dalam rangka mencari kebenaran materil yang selalu didengung-dengungkan kuasa hukum pemohon, kuasa hukum pemohon harus bisa menghadirkan Presiden RI keeenam SBY di MK sebagai saksi,” tutur Edward di ruang sidang di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).

“Bukan hanya berita tentang tidak ketidaknetralan oknum BIN, TNI, dan Polri yang disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” katanya. (wal)

 

 

News Feed