oleh

Ngaku-ngaku Bergelar Doktor, Pelawak Qomar Diserahkan ke Kejaksaan

-Hukum-893 views

Brebes, Radar Pagi – Pelawak dan politisi Qomar yang diduga mengaku-ngaku lulusan S2 dan S3 di CV saat melamar sebagai rektor di Universitas Muhadi Setiabudhi (Umus), Brebes, Jawa Tengah akan segera diserahkan ke Kejaksaan Negeri Brebes.

Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Triagung Suryomicho menyatakan, karena alasan kondisi kesehatan, pihaknya mengizinkan Qomar tidak menginap di sel tahanan Polres Brebes. Menurutnya, tekanan darah Qomar naik saat diperiksa oleh dokter.

Meski demikian, proses hukum selanjutnya tetap berjalan. Qomar dijadwalkan akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Brebes Rabu (26/6/2019).

“Malam ini boleh pulang tapi proses tetap berjalan. Rencananya besok akan diserahkan ke kejaksaan,” kata AKP Triagung Suryomicho.

Qomar yang dikenal lewat kelompok lawak Tomtam Group dan belakangan bergabung bersama Empat Sekawan sejak Senin malam ditahan di Mapolres Brebes, Jawa Tengah karena terlibat kasus penggunaan surat keterangan lulus palsu dalam mencalonkan diri sebagai Rektor Umus (Universitas Muhadi Setiabudhi). Dia dijemput paksa di rumahnya di Cirebon oleh anggota Reskrim Polres Brebes.

Qomar menempati ruang depan sel tahanan. Tempat ini bersebelahan dengan ruang petugas jaga sel tahanan. Ruangan dipakai tahanan untuk menemui keluarga yang akan menjenguknya. Sejak dimasukkan ruang tahanan, Qomar memang tidak ditempatkan di ruang tahanan utama bersama tahanan lain.

“Kami pastikan dulu kondisi kondisi kesehatan sebelum dimasukkan ke sel tahanan,” ujar Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Triagung Suryomicho, Selasa (25/5/2019) sore.

Kasus dugaan pemalsuan surat keterangan lulus ini terungkap ketika Qomar yang sudah dilantik menjadi rektor Umus pada 9 Februari 2017 ternyata tetap tidak bisa menunjukkan ijazah aslinya. Pihak Umus yang curiga kemudian menghubungi universitas tempat Qomar menempuh pendidikan S3.

Dari sana diketahui Qomar memang pernah kuliah S3 namun belum lulus sehingga tidak berhak menyandang gelar doktor.

Pada bulan November 2017, Qomar mengundurkan diri dari jabatannya, namun akhirnya kampus Umus tetap melaporkan kasus dugaan pemalsuan tersebut. (maria)

 

News Feed