oleh

“Penjara” Indonesia Provinsi Sumut Minta Kepala Dinas Bina Marga Dicopot

-Sumatera-92 views

Medan, Radar Pagi – Massa Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut), menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (25/6/2019).

Mereka meminta Gubenur Sumut Edy Rahmayadi segera mencopot EP sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprov Sumut karena diduga terlibat kasus suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho.

“Dia sudah beberapa kali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta,” ucap Sekretaris Penjara Indonesia Provinsi Sumatera Utara Feri Nofirman Tanjung, MSi, saat aksi unjuk rasa.

Feri memaparkan, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan, EP disebut ikut terlibat dalam pengumpulan uang dari dinasnya untuk diserahkan kepada sejumlah anggota DPRD Sumut yang beberapa di antaranya sudah ditahan KPK.

“Itulah menjadi dasar saya mempertanyakan apa pertimbangan gubenur melantik EP. Dan menurut saya keputusan ini kurang tepat. Saya beri contoh, kalaulah misalnya kasus Gatot terus diusut. Kemudian EP dipanggil-panggil KPK tentu yang rugi adalah Pemprov Sumut. Dia tentu tidak bisa effisien dalam melaksanakan tugas,” katanya.

Selanjutnya, Feri menyampaikan bahwa kasus suap Gatot terhadap sejumlah anggota DPRD Sumut sampai saat ini belum tuntas. Baru-baru ini saja, sejumlah anggota DPRD Sumut baru divonis di Pengadilan Negeri Jakarta.

“Jadi belum tertutup kemungkinan beberapa kepala dinas lama akan dipanggil sebagai saksi lagi,” katanya.

Feri juga berharap Gubernur Sumut dapat memilih pejabat yang benar-benar tidak terlibat kasus-kasus suap. Apalagi, Gubernur mempunyai komitmen membuat Sumut bermartabat.

“Saya kira masih banyak pejabat lain yang tidak pernah dipanggil KPK. Kemudian masih banyak ASN Pemprov Sumut punya kemampuan di bidang konstruksi,” katanya. (Ingot Simangunsong)

 

News Feed