oleh

Prabowo Kalah, Habib Rizieq Nggak Jadi Pulang?

-Utama-154 views

Jakarta, Radar Pagi – Prabowo Subianto pernah berjanji akan menjemput Habib Rizieq bila menang dalam Pilpres 2019. Bagaimana nasib Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu setelah hasil gugatan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang disodorkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK)?

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak menilai saat ini belum waktunya untuk membicarakan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dari Mekkah, Arab Saudi.

“Belum perlu dibicarakan saat ini di saat umat masih merasa dizalimi hak-haknya,” ucap Yusuf dikutip dari CNNIndonesia, Minggu (30/6/2019) kemarin.

Mengenai janji Prabowo memulangkan Rizieq, Yusuf belum mau bicara banyak. Dia mengaku belum ada pembicaraan dengan Prabowo perihal kepulangan Rizieq seperti yang disepakati saat Ijtima Ulama II. Yusuf sendiri merupakan ketua GNPF Ulama yang merupakan penggagas Ijtima Ulama II.

“Belum ada pembahasan tentang hal tersebut. Kalau sudah saatnya akan saya update,” tutur Yusuf.

Namun Ketua Media Center PA 212 Novel Bakmunin beberapa hari lalu mengatakan Rizieq akan tetap pulang meskipun gugatan capres-cawapres kubu 02 Prabowo-Sandiaga ditolak MK. Pasalnya, sebagian besar kasus yang menjerat Rizieq telah dihentikan penyidikannya atau berstatus SP3 oleh kepolisian.

“Ya, tetap akan  pulang lah. Karena beberapa kasus Habib Rizieq juga kan sudah SP3. Masih gantung itu (kasus) uang PKI, kemudian masalah ‘Otak Hansip”, soal kasus “Campur Racun” itu enggak,” kata Novel dilansir Tagar, Rabu (26/6/2019) silam.

Rizieq berada di Arab Saudi sejak kasus chat pornografinya mencuat ke permukaan. Ada yang menyebutnya melarikan diri ke negara tersebut, ada pula yang mengatakan Rizieq sengaja diasingkan demi ketenangan situasi kelang pemilu di dalam negeri.

Selain kasus chat pornografi, sederet kasus lain juga sempat menjerat Rizieq, antara lain kasus dugaan penodaan Pancasila, dugaan penistaan agama, dugaan menyebarkan kebencian bernuansa SARA, dugaan provokasi.

Kasus dugaan penebaran hoaks dan fitnah terkait logo palu-arit di uang rupiah baru, kasus menyebut “sampurasun” menjadi “campuracun”, serta kasus dugaan penyerobotan tanah tanpa hak.

Kepulangan Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi?

Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan pemulangan Rizieq Shihab menjadi salah satu poin penting yang perlu dibahas jika ingin ada rekonsiliasi antara pendukung Jokowi-Prabowo.

“Rekonsiliasi itu yang paling penting dibahas mestinya hal-hal yang prinsip dan mendasar dulu, dalam konteks kebangsaan,” kata Habiburokhman dilansir Tagar, baru-baru ini.

Isu penegakkan hukum juga menjadi hal penting bagi Habiburokhman. Menurutnya, rekonsiliasi secara menyeluruh hanya dapat dilakukan jika hukum benar-benar ditegakkan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

“Termasuk mencari solusi terbaik untuk kepulangan Habib Rizieq, karena sebenarnya itu enggak ada masalah hukum, tetapi saat beliau sudah mau pulang itu dicekal, infonya yang saya dapat kan seperti itu ya. Jadi jangan dilupaan juga yang seperti itu,” kata dia. (arman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed