oleh

Sandiaga Nggak Mau Ge-Er Merasa Diajak Jokowi Gabung Koalisi

-Utama-779 views

Jakarta, Radar Pagi – Ajakan Jokowi ke Prabowo dan Sandiaga untuk membangun negara bersama-sama ditanggapi biasa saja oleh Sandiaga S. Uno. Dia menolak bila ajakan tersebut dikaitkan dengan sinyal untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan.

“Saya belum melihat seperti itu, dan kita juga belajar jangan ke-geer-an lah, jangan terlalu pede. Mungkin itu cuma ungkapan yang general dan normatif,” ujar Sandiaga di Mall Pelayanan Publik, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019).

Namun dia tetap mengucapkan terima kasih atas ajakan bersama membangun negara. “Kita terima kasih sekali. Sebetulnya, seluruh warga negara berkewajiban untuk membangun bersama dan Pak Jokowi sebagai presiden terpilih dan yang masih menjabat harus, tentunya menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat,” kata Sandiaga.

Kemana Sandiaga?

Sandiaga sendiri kini tak lagi punya partai politik setelah sebelumnya memutuskan keluar dari Partai Gerindra ketika maju sebagai cawapres. Ke mana Sandi akan berlabuh setelah pilpres?

Partai Gerindra mengaku terbuka jika Sandi memutuskan kembali.  Namun Partai Gerindra juga tak mempermasalahkan jika Sandiaga pada akhirnya berlabuh ke partai lain.

“Itu hak beliau kalau beliau mau masuk Gerindra lagi ya diterima dengan tangan terbuka. Kalau toh mau ke PAN, ya, silakan saja,” kata Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman saat dimintai konfirmasi, Senin (1/7/2019), menanggapi isu merapatnya Sandiaga ke PAN yang santer beredar.

Namun Waketum PAN Totok Daryanto mengatakan ada mekanisme panjang jika tokoh luar ingin menjadi bagian dari partai berlambang matahari putih itu. Dia menyebut belum ada pembicaraan formal di antara petinggi PAN soal isu Sandiaga bergabung ke partai. Meski demikian, dia tidak bisa memastikan jika ada pembicaraan personal antara Sandi dan elite PAN terkait hal ini. Dia juga menepis isu kalau PAN sudah menyiapkan kartu tanda anggota (KTA) untuk Sandiaga.

“Dan kenapa tiba-tiba ada pikiran harus dipimpin oleh Mas Sandi, misalnya, itu juga belum dipertimbangkan oleh kader-kader partai. Belum disosialisasikan. Kalau kamu tanya apa sudah ada KTA disiapin, ya belum ada lah,” sebut Totok.

“Kalau mungkin (pembicaraan) secara pribadi bisa saja, kan yang namanya komunikasi di antara elite politik itu ya banyak kemungkinan yang bisa. Tapi secara formal itu belum ada lah, dan belum dibahas secara khusus di dalam partai ini belum dibahas,” tutur anggota DPR itu. (fitria/dtc)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed