oleh

Pasutri Asal Tuban Buka Jasa ‘Main Bertiga’ dan Tukar Pasangan, Tarifnya Rp1,5 Juta

-Hukum-481 views

Surabaya, Radar Pagi – Nur Hidayat (21) menjual istrinya lewat twitter. Dia juga menyediakan layanan tukar pasangan (swinger) dan seks bertiga (threesome) dengan tarif Rp 1,5 juta sekali main.

“Tarifnya variasi, yang terakhir kita ungkap Rp 1,5 juta. Sekali permainan itu,” kata Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (3/7/2019).

Diketahui, Nur kerap memajang foto-foto telanjang istrinya di akun yang sudah beroperasi selama tiga bulan dengan 2.000 followers. Tapi polisi masih mendalami apa benar akun tersebut baru berjalan 3 bulan.

“Apakah memang tiga bulan masih kita dalami, pengakuan yang bersangkutan seperti itu. Dari fotonya ini foto istrinya langsung, ada foto telanjang ini,” kata AKBP Leonard.

Nur mengaku telah melakukan layanan seks selama tiga kali. Sementara di minggu ini, Leo mengaku juga ada klien yang sudah sepakat hendak menyewa jasa swinger alias tukar pasangan, namun tidak jadi karena keburu diciduk polisi.

“Pengakuannya tiga kali, ini yang keempat. Tapi ini pengakuannya dia. Barang bukti Hpnya juga minggu ini sudah ada deal mau swinger juga,” imbuh Leo.

Nur yang merupakan warga Dusun Dolok, Plumpang, Tuban, Jawa Timur ini mengaku membuka jasa layanan seks bersama istri untuk membayar utang.

“Buat nyaur utang, saya juga kerja di pabrik. Buat (utang) operasi cesar,” kata Nur saat diinterogasi polisi di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (3/7/2019).

Pria 22 tahun itu mengatakan sekitar 5 bulan yang lalu, istrinya melahirkan anak pertama. Nur memiliki utang Rp 8 juta. Meski telah bekerja di sebuah pabrik, Nur mengatakan gajinya tidak cukup untuk membayar utang. Kini, utang tersebut tinggal Rp 1 juta.

Tak hanya itu, Nur juga menegaskan jika dirinya tak memaksa istrinya untuk melakukan hubungan bertiga (threesome) maupun bertukar pasangan (swinger). Namun hal ini memang kesepakatan bersama.

Nur menambahkan meski di twitter dia menawarkan layanan seks swinger, tetapi dia belum pernah melakukan swinger karena meski sudah ada pemesan tapi keburu ditangkap polisi. Rata-rata, pemesan jasa ini dari luar kota, seperti Jember dan Malang, namun mereka kerap melakukan layanan ini di sebuah vila di Pandaan, Pasuruan.

“Kesepakatan berdua, rencana. Saya ikut main juga, tapi swinger belum pernah. Ini inisiatif berdua, sama istri,” imbuhnya.

Nur bersama sang istri yang belum diungkap identitasnya bersama seorang pengguna layanan mereka, berinisial BS (35) warga Sleman, Yogyakarta, dibekuk polisi saat melakukan hubungan seks bertiga alias threesome di Villa Yosi, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur.

Dalam penggerebekan ini, petugas mengamankan beberapa barang, yaitu uang Rp 1,5 juta, dua handphone, selimut yang ada bercak spermanya, baju tidur berwarna pink, bra hingga celana dalam.

Sementara itu, AKBP Leonard Sinambela mengatakan kendati dilakukan berdua, namun istri Nur tidak ditetapkan tersangka. Pasalnya, Nur yang menawarkan istrinya hingga menerima pembayaran dari layanan seks tersebut. Pengguna jasa juga belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Yang kita tetapkan tersangka ini (NH) satu orang, dia yang menawarkan, dia yang menerima uangnya, pembayaran,” pungkas Leo.

Kini Nur diancam dengan Pasal 296 KUHP tentang tindak pidana mengadakan atau memudahkan cabul orang lain dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan, dan pasal 506 KUHP tentang tindak pidana mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan dengan ancaman hukuman satu tahun penjara. (hil/iwd/dtc/igo)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed