oleh

Wanita Penghina Jokowi Mumi Firaun Nangis Minta Jangan Ditahan

-Utama-771 views

Surabaya, Radar Pagi – Pemilik akun Aida Konveksi, seorang pengusaha butik asal Blitar yang menghina Presiden Joko Widodo sebagai mumi dan hakim MK sebagai makhluk berkepala anjing, menangis saat diperiksa polisi. Dia memohon tidak ditahan karena anaknya sedang sakit.

“Saya mohon maaf ya pak. Saya mohon jangan ditahan. Anak saya sakit pak, saya rawat sendiri di rumah sekarang. Gimana mereka kalau saya ditahan,” kata wanita berhijab bernama Aida yang sehari-harinya mengelola “Butik Malang” itu, beberapa saat lalu.

Aida mengaku banyak telepon yang masuk usai dia memposting gambar. Mereka mengingatkannya untuk menghapus postingan itu, namun dia tidak mau. Di antara telepon itu ada juga orang tak dikenal yang mengancam akan melaporkan dia ke polisi.

 

“Ada juga yang mengancam mau melaporkan ke polisi,” katanya.

Aida juga mengaku sejak kemarin akunnya tidak lagi bisa dibuka, dan dia tidak tahu apa penyebabnuya.

Postingan yang bikin heboh itu menayangkan gambar mumi berwajah Presiden Jokowi. Dengan caption The New Firaun. Postingan itu menjadi virak setelah akun IG info_seputaran_ blitar menyiarkan masalah ini dan memberikan informasi kepada polisi yang langsung menindaklanjuti info tersebut.

Menurut akun IG info_seputaran_ blitar, Aida sudah diperingatkan untuk menghapus postingannya, namun Aida malah memblokir wa admin info_seputaran_blitar.

Polisi punya waktu 24 jam untuk menentukan status hukum sang pemilik akun tersebut. Jika cukup bukti, polisi akan meningkatkan status hukumnya dari saksi menjad tersangka.

“Kami punya waktu selama 24 jam untuk menentukan statusnya,” kata Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar kepada wartawan.

Jika dilihat dari postingan, pemilik akun Aida Konveksi adalah pendukung Prabowo-Sandi, namun Kapolres menegaskan pemeriksaan fokus pada motif penyebaran konten itu, bukan pada masalah siapa mendukung siapa.

“Kami tidak memeriksa itu (masalah dukungan). Kami fokus pada motif penyebaran konten yang mengandung unsur sara itu. Jika memang terbukti, pemilik akun terancam UU ITE di atas lima tahun penjara. Atau denda Rp 1 miliar,” tegas Kapolres. (maria)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed