oleh

Wakil Ketua DPRD Nias Selatan Divonis 6 Bulan, Jaksa Naik Banding

-Hukum-148 views

Nias Selatan, Radar Pagi – Kasus tindak pidana pemilu 2 kali pencoblosan di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada 17 April 2019 lalu yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Nias Selatan Yohana Duha (YD) akan memasuki babak baru.

Pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gunungsitoli pada Senin 1 Juli 2019 lalu, terdakwa YD disangkakan melanggar Pasal 516 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Taufik Nurhayat, Hakim Anggota Akhmad Syah dan Roki Sitohang membacakan putusan pidana penjara selama 6 bulan dengan masa percobaan 1 tahun denda Rp 10 juta subsider 1 bulan. Vonis itu di bawah tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa dengan 8 bulan penjara.

“Pidana yang dijatuhkan oleh majelis hakim tersebut tidak relevan dengan tuntutan kami. Dimana pada sidang sebelumnya kami telah menuntut YD dengan pidana 8 bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan,” tutur Kasipidum Kejari Nisel Ris PH Sigiro kepada Radar Pagi di ruang kerjanya, beberapa saat lalu.

Lanjut Ris, pada sidang sebelumnya seluruh dalil yang dituangkan dalam tuntutan diterima oleh hakim.

“Atas putusan tersebut kami lakukan banding berdasarkan SOP apabila putusan tersebut di bawah 2/3, maka kami wajib banding. Hal itu juga berdasarkan Surat Edaran Jaksa Agung No. 013/JA/12/2011 tentang Pedoman Tuntutan Pidana Umum,” lanjutnya.

Kepada YD sampai saat ini belum bisa dilakukan penahanan karena putusan tersebut belum inkrah. “Setelah putusan banding di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara di Medan, baru dilakukan penahanan atau tidak kepada terdakwa,” tukasnya. (Wilson)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed