oleh

Kepala Gosong di Banyumas Ternyata Perempuan Bandung, Motifnya Karena Asmara

-Hukum-103 views

Banyumas, Radar Pagi – Motif asmara diduga menjadi sebab Deni Prianto memutilasi dan membakar jasad KW (51), perempuan asal Bandung, Jawa Barat. Pengakuan sementara, pelaku bingung karena KW menuntut untuk dinikahi.

“Motif hubungan asmara, perkenalannya melalui media sosial Facebook,” ujar Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun kepada wartawan, Jumat (12/7/2019).

Polisi belum mengungkap identitas lengkap KW (51). Namun polisi membuka alur pembunuhan yang dilakukan Deni.

Deni mengaku berkenalan dengan KW baru dua bulan melalui medsos. Setelah dua bulan berhubungan, KW minta dinikahi. Deni pun bingung karena sudah punya anak istri.

Akhirnya dia membunuh KW di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Jasad korban kemudian dibawa ke Jawa Tengah.

“Untuk pengakuan sementara lokasi pembunuhan di daerah Puncak Bogor, Jawa Barat. Dari sana dia langsung menuju ke sini, ke Gombong, Kebumen, dan proses pemotongan mayatnya atau mutilasinya dilakukan di perjalanan,” kata Bambang Yudhantara.

Dia mengatakan lokasi pembakaran potongan tubuh tersebut pertama kali dilakukan di gorong-gorong Jalan Raya Klampok-Sempor, Kebumen.

Lokasi ini merupakan lokasi pertama pembuangan potongan tubuh korban. Polisi sebelumnya menemukan potongan tubuh lainnya berupa tulang rusuk, tulang pinggul dan lainnya yang telah hangus terbakar di tempat itu.

“Sambil jalan dia menepi langsung dipotong-potong. Di situ baru di Gombong ini dibuang dan dibakar di lokasi,” sambungnya.

Setelah itu, pelaku kembali pergi ke daerah lain, yaitu ke Banyumas. Di sana dia membuang dan membakar potongan tubuh lainnya menggunakan ban mobil di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas.

“Dilakukan pembakaran di sini, kemudian setelah itu dia baru masuk ke TKP yang ke-2 di wilayah di TKP Tambak yang jaraknya tidak jauh dari rumah tersangka, sekitar jarak 2 km dari TKP yang pertama kita temukan,” jelas Bambang.

Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi membakar potongan tubuh korban tersebut dilakukan pada malam hari. Kemudian pada pagi harinya, tersangka menuju Desa Watuagung untuk membakar potongan lainnya.

“Pengakuannya seperti itu, malam hari dia di sini (Jalan Raya Klampok-Sempor), pagi baru geser ke sana (Desa Watuagung). Di sini (Klampok-Sempor) sekitar Senin dini hari. Di sini dibakar oleh dia tapi tidak sampai habis, dia langsung bergeser ke TKP yang pertama (Desa Watuagung) kita temukan,” jelasnya.

Potongan jasad KW yang berupa kepala gosong dan potongan tulang kecil-lecil ini kemudian ditemukan warga pada Senin (8/7/2019) sore.

Pelaku Residivis

Meski mengakui asmara sebagai sebab pembunuhan, namun motif sesunguhnya pelaku menghabisi nyawa korban masih ditelusuri. Sebab bisa saja perampokan menjadi sebab utamanya.

Hal itu dikarenakan polisi mengetahui pelaku meminta korban membawa BPKB mobilnya, dan mobil yang digunakan pelaku untuk membuang jasad korban adalah mobil milik korban.

Pelaku sendiri merupakan seorang residivis kasus penculikan mahasiswi Unsoed pada tahun 2016 lalu yang sempat menggegerkan Kota Purwokerto. Selain membawa mobil saat menculik, pelaku juga memaksa korban mengaku terlibat kecelakaan dan keluarga sehingga harus ‘mentransfer’ uang Rp Rp 60 juta.

“Ini merupakan residivis kasus penculikan yang baru keluar dari penjara sekitar 2 bulan lalu,” jelasnya. (igo)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed