oleh

Cabuli Bocah di Toilet SPBU, Pria Pincang Tambah Pincang Setelah Ditembak Polisi

-Hukum-758 views

Pekanbaru, Radar Pagi – Pria penyandang disabilitas berinisial LG (35) mencabuli bocah perempuan sembilan tahun di toilet sebuah SPBU di Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau.

“Korban dicabuli di toilet SPBU pada malam hari,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru Ajun Komisaris Awaludin Syam SIK,  kepada wartawan dalam konferensi pers, Selasa (16/7/2019).

Pelaku, kata Awaludin, melarikan korban seharian. Korban lalu diantar pagi harinya setelah menginap di SPBU tersebut.

“Sebetulnya tidak diantarkan ke rumah, ditinggalkan di pinggir jalan dekat rumah korban,” kata Awaludin.

Kepada polisi, LG yang tidak punya pekerjaan tetap ini mengaku tak mampu membendung hasrat seksual lantaran belum menikah.

“Tersangka mengaku karena kebutuhan seksual. Dia juga mengaku sudah 35 tahun tak kunjung menikah,” ungkap Awaluddin Syam.

Dia menjelaskan, korban dan pelaku tidak punya hubungan keluarga. Pelaku mulai mendekati korban pada Senin pekan lalu ketika pulang sekolah. Korban diajak bicara dan ditawarkan naik sepeda motor untuk diantar ke rumah.

Tanpa curiga, korban menuruti ajakan pelaku, apalagi setelah sampai di rumah dikasih uang Rp 3 ribu. Modus ini berlanjut pada keesokan harinya dengan uang jajan Rp 2 ribu.

“Rabunya pelaku tidak ke sekolah korban, barulah pada Kamis, 11 Juli 2019, pelaku ke sekolah lagi, dikasih uang jajan sebelum melakukan pencabulan,” jelas Awaludin.

Pada Kamis itu, korban tidak diantar pulang tapi diajak keliling di Pekanbaru. Pelaku juga dua kali diajak makan nasi goreng di kawasan Palas, Kecamatan Rumbai. Barulah pada malam harinya, pelaku mengajak korban ke SPBU.

Karena petang hari masih ramai orang di SPBU, pelaku hanya duduk saja dan menahan pelaku. Pada malam harinya, pelaku diajak ke toilet dan di sanalah korban dicabuli.

“Saat itu SPBU sudah sepi, tidak ada orang yang curiga dengan gelagat pelaku. Barulah paginya ditinggal di jalan, dekat rumah korban,” sebut Awaludin.

Orangtua korban yang cemas karena kehilangan anaknya kemudian melapor ke Polsek Payung Sekaki. Penyelidikan dilakukan bersama Reskrim Polresta Pekanbaru dengan mengecek CCTV sekolah.

Dari sana kelihatan pelaku menjemput korban. Setelah identitas pelaku dikantongi, petugas menyebar untuk mencari alamatnya.

“Saat itu terlihat pelaku melintas pakai sepeda motor di jalan, langsung dihadang,” ucap Awaludin.

Karena pelaku hendak kabur dengan sepeda motornya, polisi terpaksa melepas tembakan. Pelaku saat dihadirkan di lobi Polresta juga terlihat pincang karena bekas luka tembak di kakinya. Tapi menurut polisi, selain pincang karena ditembak pelaku, pelaku memang sudah pincang karena cacat lahir.

“Pelaku sebelumnya juga pincang karena bawaan lahir, kaki sebelahnya kecil, beda dengan kaki sebelahnya,” terang Awaludin.

Kini pelaku terancam hukuman penjara paling singkat tiga tahun dan maksimal 15 tahun. Sepeda motornya disita polisi sebagai barang bukti perbuatan cabulnya. (igo)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed