oleh

Oknum Guru di Yogyakarta Diciduk Karena Doyan Remas Payudara Turis Bule

-Hukum-108 views

Yogyakarta, Radar Pagi – SP (37) harus berurusan dengan polisi lantaran pria yang bekerja sebagai  guru honorer mata pelajaran olahraga di sebuah SD di Yogyakarta itu punya kegemaran aneh, yaitu doyan meremas payudara turis-turis bule yang datang ke Kampung Prawirotaman.

Kapolsek Mergangsan, Kompol Tri Wiratmo, menuturkan penangkapan SP bermula dari pengaduan korban dan warga Kampung Prawirotaman. Warga resah karena sudah dua kali turis asing yang melintas di area kampung payudaranya diremas oleh orang tak dikenal.

“Ini adalah tindak lanjut pengaduan warga negara asing, yaitu warga negara Australia dan warga negara Belanda yang pada saat itu memang berlibur di wilayah kita, di wilayah Yogya. Kebetulan (korban) nginep di wilayah Prawirotaman,” ujar Tri Wiratmo, Selasa (16/7) kemarin.

Kedua bule montok itu sedang berjalan kaki di Gang Batik Kampung Prawirotaman, Brotokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, masing-masing pada 13 dan 29 Juni 2019 silam. Apes, saat mereka berjalan, tiba-tiba Pak Guru langsung meremas payudara mereka.

Tersangka SP, kata Kompol Tri, selalu mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX ketika beraksi. Modusnya si tersangka terlebih dahulu mencari korban. Ketika menjumpai turis asing berjalan kaki seorang diri, SP dengan cepat melakukan aksi cabulnya lalu pergi.

“Modusnya tersangka nongkrong dulu, mengamati sasaran. Pada saat sasaran berjalan sendiri didekati, langsung dipegang (payudara korban). Dia naik sepeda motor yang saat ini sepeda motornya sudah kita sita atau sudah kita amankan,” tuturnya.

Guru asal Seyegan, Kabupaten Sleman itu berhasil diamankan pada Senin (15/7/2019). Tertangkapnya SP, lanjut Kompol Tri, tak lepas dari peran serta warga Kampung Prawirotaman. SP diamankan oleh warga karena gerak-geriknya dianggap mencurigakan.

“Jadi kemarin ada orang yang mencurigakan yang nongkrong, wira-wiri di sekitaran Prawirotaman terus diamankan oleh masyarakat bersama-sama kita dari kepolisian. Kita amankan dan kita introgasi. terus kita data,” ungkapnya.

“Kita cocokkan dengan kejadian-kejadian (tindak asusila dengan korban bule) pada awal Bulan Juni. Ternyata yang bersangkutan memang diduga sebagai pelaku dari tindak pidana pelanggaran kesusilaan,” sambung Tri.

Dia mengatakan, tersangka SP kepada penyidik mengakui seluruh perbuatannya. Kini penyidik telah mengamankan beberapa barang bukti yang dipakai SP untuk beraksi, seperti sepeda motor Yamaha NMAX, helm abu-abu dan jaket warna hitam.

“Untuk motifnya sendiri menurut keterangan dari tersangka adalah iseng, tertarik melihat orang asing yang berjalan sendiri, terus iseng dipegang barang sensitifnya itu (payudara korban). Pengakuan dari tersangka baru melakukan dua kali ini,” tutur Tri.

Tertarik Karena Cantik

Kepada wartawan, Pak Guru cabul tersebut mengaku memiliki ketertarikan dengan bule wanita. “Karena rata-rata orang asing itukan cantik. Biasanya kan (berpakaian) terbuka, tapi nggak ada unsur nafsu. Ya hanya sekedar iseng dan khilaf,” kata Pak Guru di Mapolsek Mergangsan, Polresta Yogyakarta, Selasa (16/7/2019).

Pria yang memiliki gelar Strata I ini diketahui sudah beristri dan beranak satu. Ia tercatat sudah dua kali melakukan aksi bejatnya pada 13 dan 29 Juni 2019.

Kedua aksi bejat itu berjalan mulus. Namun saat melintas di Kampung Prawirotaman pada Senin (15/7) siang, ia digerebek dan diamankan warga dan jajaran Polsek Mergangsan. Alasannya gerak-gerik pelaku dianggap mencurigakan.

Setelah diintrogasi penyidik Polsek Mergangsan, Pak Guru mengakui semua perbuatannya. Ia mengakui bahwa dirinyalah yang meremas payudara bule asal Australia dan Belanda pada 13 dan 29 Juni 2019.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dia berencana resign dari SD tempatnya mengajar. “Sementara belum (resign dari SD) ini. Tapi kemungkinannya nanti mengajukan resign,” pungkasnya.

Kini SP harus berurusan dengan hukum dan dirinya terancam pasal 281 KUHP dengan ancaman dua tahun delapan bulan penjara. (ush/mbr/sip/dtc/igo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed