oleh

MA Sesalkan Pengacara Tommy Winata Pukul Hakim dengan Gesper

-Hukum-99 views

Jakarta, Radar Pagi – Mahkamah Agung (MA) menyesalkan perbuatan pengacara pengusaha Tomy Winata, berinisial D, yang memukul hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan gesper (besi yang menjadi kepala ikat pinggang) dalam ruang persidangan, Kamis (18/7/2019).

“Mahkamah Agung menyesalkan dan sangat berkekeberatan atas peristiwa di PN Jakarta Pusat, apalagi penyerangan dan pemukulan itu dilakukan oleh pengacara dalam persidangan di saat hakim sedang atau usai membacakan putusan dalam perkara perdata,” kata Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Andi Syamsan Nganro dalam keterangannya, Kamis (18/7/2019).

Dia pun menyarankan agar kasus tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Tidak ada pilihan lain Ketua PN Jakarta Pusat harus bersikap melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Ini penghinaan terhadap lembaga peradilan,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Kongres Advokat Indonesia (KAI) menyesalkan tindakan pemukulan kepada ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat H. Sunarso (HS). Apalagi pemukulan yang menimpa HS terjadi saat sedang membacakan putusan sidang.

“Kongres Advokat Indonesia sangat prihatin, menyesalkan dan mengutuk keras tindakan tidak terpuji yang tidak selayaknya dilakukan oleh seorang profesional lawyer,” ujar Aprillia Supaliyanto, Vice President KAI, melalui keterangan resminya, Kamis (18/7/2019).

Menurutnya, perbuatan oknum advokat tersebut telah menodai korp advokat dan menciderai profesi advokat sebagai Officium Nobile. Bahkan, perbuatan oknum advokat tersebut bukan hanya sebuah Comtem of Court akan tetapi telah berkualifikasi sebagai tindak pidana penganiayaan berat karena menimbulkan hakim mengalami luka serius.

“Sehingga, sudah seharusnya polisi melakukan langkah-langkah hukum sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Sebelumnya, HS dipukul oleh D, saat membacakan putusan menangani perkara Perdata Nomor 223/pdtg/2018/pn Jakarta Pusat. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di ruang Subekti PN Jakarta Pusat.

HS pun membeberkan kejadian yang menimpa dirinya di dalam ruang sidang yang disaksikan tamu.

“Saat dipenghujung pembacaan putusan tersebut, tiba-tiba saya juga tidak tahu karena saya kan menunduk ya membaca putusan itu, tiba-tiba kuasa dari penggugat itu menghampiri kami dengan menyabet memakai ikat pinggangnya,” kata Sunarso kepada wartawan saat melapor ke Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

Saat kejadian, kata HS, D juga menyabetkan ikat pinggangnya ke anggota hakim lainnya.

“Mengenai kening saya sekali. Kemudian menyabet anggota satu pak Duta Baskara dua kali,” ujarnya.

HS menyangkan sikap D yang tidak profesional, padahal jika dirinya tidak terima atas putusannya. D masih dapat menggunakan upaya hukum selanjutnya. (maria)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed