oleh

Nanya Arah Jalan, Warga Surabaya Malah Diperkosa Sopir Elf di Pasuruan

-Hukum-84 views

Pasuruan, Radar Pagi –  Kalau anda wanita dan tidak tahu arah, jangan sembarangan bertanya, salah-salah bisa diperkosa. Hal itulah yang menimpa NV (29), warga Pabean Cantikan Surabaya, Jawa Timur, yang bertanya arah pada Hasanudin (22), sopir angkutan umum jenis Elf jurusan Surabaya-Malang.

Kanit PPA Polres Pasuruan Ipda Sunarti menjelaskan, aksi bejad ini dilakukan tersangka pada 14 Mei 2019 silam. “Namun karena tersangka berpindah-pindah tempat, tersangka baru bisa diamankan pada Selasa 16 Juli 2019 lalu di rumahnya,” kata Ipda Sunarti, Sabtu (27/7/2019).

Tersangka sendiri merupakan warga Dusun Madurejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Sunarti mengatakan pemerkosaan itu berlangsung sekitar pukul 18.00. Berawal saat korban yang warga Surabaya itu hendak pergi ke rumah saudaranya di Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen. Korban naik angkutan yang disopiri tersangka dari Terminal Pandaan.

Korban mengaku tak tahu arah tujuan. Namun tersangka bersedia mengantarkan dan korban percaya. Ia naik di depan meski hanya sendirian.

“Bukannya diantar, korban hanya diajak muter-muter di wilayah Pandaan,” jelas Sunarti.

“Korban tidak mengetahui wilayah Pandaan. Sehingga dia percaya saja ketika diajak muter-muter,” sambung Sunarti.

Sampai di lokasi sepi di Desa Karangjati, tersangka menghentikan kendaraannya. Korban dipukul di dada kiri dan kanan serta ditendang hingga lemas. Tersangka merampas handphone OPPO A37 milik korban.

Tak puas merampas handphone, tersangka juga memerkosa korban. Korban yang lemas tak mampu berbuat apa-apa. Tersangka pun dengan mudah melancarkan aksi bejatnya di dalam mobil bernomor polisi N 7635 UT.

Usai beraksi, tersangka meninggalkan korban di tepi jalan. Korban kemudian melapor ke kantor polisi dengan menggunakan jasa ojek.

Atas laporan itulah, petugas kemudian memburu tersangka. Namun, karena tersangka selalu berpindah-pindah, dua bulan kemudian, baru berhasil ditangkap di rumahnya Selasa (16/7/2019) pukul 16.30 WIB.

Kepada petugas, Hasanudin mengaku melakukan perbuatan bejatnya lantaran terpengaruh minuman keras

“Dari hasil pemeriksaan, ia mengaku sedang mabuk saat beraksi,” kata Sunarti.

Tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP dan atau pasal 285 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan atau Pemerkosaan. Ia terancam hukuman 12 tahun penjara. (igo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed