oleh

Minum Obat Bikinan Sendiri, Tabib di China Langsung Tewas

-Anehsiana-143 views

Guangdong, Radar Pagi – Seorang tabib di China bernama Cui, tewas setelah meminum obat racikannya sendiri. Saat kejadian, sang tabib sedang berusaha membuktikan kepada pasiennya bahwa obatnya aman untuk diminum.

Dikutip dri Daily Mail, pada Kamis (18/7/2019) silam, seorang nenek bernama Xiao yang menderita sakit punggung kembali ke klinik Tabib Cui karena merasa mual setelah meminum obat bubuk yang diberikan tabib kepadanya.

Untuk membuktikan bahwa obatnya aman, Tabib Cui meminum obatnya sendiri. Namun dia mengalami gejala keracunan parah dan harus dilarikan ke rumah sakit dan meninggal di ruang gawat darurat.

Sementara Xiao, akhirnya juga dirawat di rumah sakit tetapi bisa diselematkan meski tubuhnya mengalami kegagalan sejumlah organ akibat keracunan.

Xiao bercerita ketika datang ke Tabib Cui, dia diberikan obat bubuk yang dilarutkan ke dalam air.

“Tabib memberi saya pijatan, lalu mencampurkan bubuk ke dalam air dan saya minum,” katanya.

Kepada Xiao, Tabib Cui berkata ramuannya itu adalah obat untuk sakit punggung. Xiao kemudian membayar 30 yuan atau sekitar Rp 60 ribu untuk pengobatannya.

Tetapi 30 menit setelah minum ramuan Tabib Cui, sesampainya di rumah, Xiao merasa pandangannya kabur dan perutnya mual. Sekujur badannya pun lemas. Suaminya yang khawatir segera membawanya kembali ke klinik Tabib Cui dan bertanya obat sang tabib yang menyebabkan istrinya seperti itu.

Tabib Cui bersikeras bahwa bukan bubuk racikannya yang menyebabkan hal itu. Untuk membuktikannya, dia mengambil sesendok bubuk lalu meminumnya. Namun Tabib Cui malah mengalami gejala keracunan parah hingga dilarikan ke rumah sakit sampai akhirnya meninggal.

Bubuk bermasalah itu kemudian dibawa polisi ke laboratorium dan diketahui ternyata mengandung bahan tanaman yang dikenal dengan nama ‘Rumput Patah Hati’.

Dr He Min dari departemen rumah sakit Nephrology mengatakan bahwa Rumput Patah Hati adalah spesies tanaman sangat beracun yang berasal China dan banyak tumbuh juga di kawasan Asia Tenggara.

Dia mengatakan sejak zaman dulu, para tabib telah menggunakan tanaman itu dalam dosis yang sangat kecil untuk pengobatan, tetapi kedokteran modern tidak menganjurkannya.

Diduga Tabib Cui terlalu banyak memasukkan unsur Rumput Patah Hati ke dalam racikannya. Tanaman ini sendiri dinamai seperti itu karena konon pada zaman dahulu sering dimakan oleh masyarakat China yang ingin bunuh diri. (fitria)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed