oleh

Sekuriti Gading Serpong Tewas Dipatuk Saat Tangkap Ular yang Masuki Rumah Warga

-Hukum-120 views

Tangerang Selatan, Radar Pagi – Seorang sekuriti di kompleks Cluster Michella, Gading Serpong, Serpong, tewas digigit ular berbisa saat mengamankan ular yang masuk ke salah satu rumah warga.

“Betul, kejadiannya itu hari Selasa, 20 Agustus, lalu sekitar jam 19.30 WIB. Kasusnya ditangani oleh Polsek Kelapa Dua ya,” kata Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Muharam Wibisono, dikutip dari detikcom, Jumat (23/8/2019).

Muharam menyebut insiden itu bermula saat seorang warga di perumahan itu menemukan seekor ular dan meminta bantuan sekuriti untuk menangkapnya. Dua sekuriti kompleks bernama Iskandar dan Jaelani mendatangi rumah warga tempat area ditemukannya ular tersebut.

“Dua sekuriti itu segera merapat dengan membawa peralatan seadanya, seperti tongkat dan sapu lidi,” kata Muharam.

Iskandar mencoba menjepit kepala ular itu dengan tongkat dan kemudian menangkapnya dengan tangan kosong. Namun posisi memegang di leher kurang tepat sehingga kepala ular masih bisa memutar dan mematuk telunjuk Iskandar.

“Terus dipegang, tetapi bukan megang kepalanya, lehernyalah (yang dipegang). Saat dipegang, tangan kirinya ini dipatuk,” kata Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua AKP Mukmin saat dihubungi secara terpisah.

Setelah digigit ular tersebut, Iskandar masih mencoba menangkap ular itu bersama Jaelani. Iskandar kemudian mengisap darah dari jari telunjuknya. Dia pun mengobrol lagi, bahkan bermain-main dengan ular itu.

Udah dipatuk dibilang sama warga, itu nggak kenapa-kenapa, (lalu dijawab Iskandar), ‘Oh nggak apa-apa,’ sempet dimain-mainin juga. Kalau lihat di video itu korban yang pegang ular itu,” jelas Mukmin.

Setelah hampir setengah jam, bisa itu rupanya mulai bereaksi. Iskandar merasa lemas hingga pusing.

“Warga membawa Iskandar ke Rumah Sakit di Gading Serpong. Namun serum antibisa di rumah sakit itu tidak tersedia dan Iskandar dirujuk ke Rumah Sakit Umum Tangerang kemudian dilakukan penanganan dengan dimasukkan infus yang dicampur antitoxin,” ungkap Muharam.

Setelah dirawat 2 hari, Iskandar dinyatakan meninggal pada Kamis, 22 Agustus 2019 pukul 05.30 WIB. Sebelum meninggal, Muharam menyebut, dari keterangan saksi-saksi, Iskandar sempat mengalami sesak napas.

“Korban saat ini sudah dikebumikan oleh keluarganya di pemakaman Desa Cihuni,” pungkas Muharam.

Rekaman video saat Iskandar dipatuk ular kini beredar viral di media sosial youtube. Dalam video terlihat Iskandar duduk di bangku dengan posisi tangan kanan memegang kepala ular.

“Ini kalau kobra naik-naik,” kata Iskandar. Dia kemudian bercanda dengan mendekatkan ular kepada perekam video.

Nasib sial pun menimpa ular yang menggigit Iskandar. Ular tersebut akhirnya mati dipukul warga yang kesal setelah tahu Iskandar dilarikan ke rumah sakit. “Ularnya sudah mati juga, (dipukul) kepalanya pakai batu,” kata Kapolsek Kelapa Dua Kompol Effendi, Jumat (23/8/2019).

Adapun ular yang menewaskan Iskandar berjenis weling atau welang, biasa disebut juga dengan ular belang. Ular tersebut termasuk jenis ular berbisa. (mei/fdn/fjp/igo)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed