oleh

Cabuli 9 Anak, Warga Mojokerto Dihukum Kebiri Kimia

-Hukum-228 views

Mojokerto, Radar Pagi – Muhammad Aris (20), divonis hukuman kebiri serta penjara 12 tahun dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Warga Desa Mengelo Tengah Sooko, Kabupaten Mojokerto yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang las ini terbukti memperkosa 9 anak.

Aris mengaku suka terhadap anak-anak karena lebih mudah untuk membujuk para korban. Selain dengan paksaan, ia juga memerkosa korban dengan lebih dulu memberinya kue.

“Biasanya tidak saya paksa. Pernah saya iming-imingi jajan,” kata Aris kepada wartawan di Lapas Klas II B Mojokerto, Jalan Taman Siswa, Senin (26/8/2019).

Penghasilan Aris sebagai tukang las hanya Rp 280 ribu seminggu. Penghasilan yang minim tersebut menjadi alasan bagi Aris untuk tidak melampiaskan nafsunya terhadap wanita dewasa.

“Saya tidak punya uang (untuk berhubungan dengan wanita dewasa),” ujar bujangan yang sudah ditinggal mati ibunya itu.

Aris mengaku kekerasan seksual terhadap anak-anak yang dia lakukan, salah satunya terpengaruh video porno. “Iya, saya suka (video porno),” terangnya.

Humas PN Kabupaten Mojokerto, Erhamuddin mengatakan, hukuman kebiri kimia tersebut dirasa sudah pantas diberikan lantaran telah ada landasan hukumnya.Dalam kurun waktu 2015-Oktober 2018, Aris telah memerkosa 9 anak di Mojokerto. Ia memerkosa korban di tempat sepi. Bahkan dia juga pernah melakukan aksi bejatnya itu di kamar mandi masjid.

“Perkara Aris ini ada dua perkara di Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto. Yang merekomendasikan hukuman kebiri di Kabupaten Mojokerto,” ujar Erhamuddin dikutip dari Okezone, Senin (26/8/2019).

Ia menambahkan, oleh jaksa penuntut umum Aris didakwa melanggar pasal 76 d, pasal 81 ayat 1 subsider 76 e pasal 81 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pihaknya pun sepakat telah menjatuhkan hukuman sesuai tuntutan jaksa penuntut umum yang telah diajukan.

“Hakim sependapat, keputusan sudah inkrah. Mengenai tambahan kebiri kimia tersebut sesuai UU Nomor 17 Tahun 2016 pada pasal 81 ayat 5 dan 7 yang menyatakan lebih dari satu kali, maka boleh ditambahkan sesuai UU,” ujarnya.

Menurutnya, tuntutan hakim sudah sesuai dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Hal ini pula yang dirasakannya menjadi putusan terbaik PN Mojokerto.

Sebelumnya, Muhammad Aris diamankan kepolisian pada 26 Oktober 2018 setelah aksi bejatnya pada 25 Oktober 2018 sekitar pukul 16.30 WIB terekam kamera CCTV salah satu perumahan di Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Apa itu Kebiri Kimia?

Hukuman kebiri yang diberikan kepada Aris bukanlah kebiri dalam artian memotong habis alat kelaminnya, melainkan dari jenis kebiri kimia.

Pertama kali praktik kebiri kimia dilakukan pada 1944 dengan tujuan mengurangi kadar hormon testosteron pada pria.

Kebiri kimia adalah proses menurunkan hasrat seksual dan libido, menggunakan obat-obatan yang disebut anafrodisiak. Untuk menjalani terapi kebiri itu, dibutuhkan waktu setidaknya tiga hingga lima tahun. Sayangnya, kebiri jenis ini tidak akan efektif lagi setelah terapi dihentikan. Artinya beberapa lama setelah tidak mendapatkan terapi kebiri kimia, maka hasrat seksualnya akan kembali normal. (maria)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed