oleh

Amien Rais Tuduh Kekuatan Asing Ingin Papua Lepas dari Indonesia

-Utama-97 views

Jakarta, Radar Pagi – Politisi gaek Amien Rais mencium adanya kekuatan asing ‘bermain’ di Papua. Tujuannya agar Papua lepas dari NKRI. Kegiatan asing itu tidak bisa dibiarkan karena bisa menimbulkan disintegrasi.

“Kekuatan politisi di Australia, New Zealand, akan berkoneksi dengan Amerika dan Inggris ingin melepaskan Papua dengan NKRI,” kata Amien Rais saat berbicara di acara syukuran rumah PAN yang dihadiri anggota dan simpatisan DPD PAN Kota Bekasi, Minggu (15/9/2019) kemarin.

Amien menuduh kekuatan Barat dan China ingin melihat Indonesia lemah. Menurutnya,  Suriah dan Iran hancur dan pecah oleh kekuatan Barat. Kekuatan asing itu juga yang menciptakan tsunami politik di masyarakat Papua.

“Kekuatan asing yang tidak suka NKRI ini, tidak senang dan ingin Papua lepas dari NKRI. Insya Allah dalam beberapa minggu ini kita akan buat risalah, bagaimana saudara kita di Papua merasa at home di Indonesia ini,” tandasnya.

Masalah Papua, kata Amien sudah sangat kritis. Dia khawatir bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap Papua karena bisa berdampak pada kondisi NKRI yang besar ini.

“Masalah Papua ini sangat krisis. Saya takut Papua akan lepas,” ujarnya.

Di tempat terpisah, pengamat politik dari Pusat Kajian Politik Ekonomi Indonesia (PKPEI) Barata menilai tudingan Amien soal kekuatan asing ingin Papua lepas dari Indonesia sangat berlebihan.

Kata Barata, sejak dulu tidak ada satu pun negara di dunia ini yang tidak lepas dari kekuatan asing, jadi hal itu sudah lumrah dan tidak perlu dipolitisir.

“Mana ada negara di dunia ini yang tidak dipengaruhi kekuatan asing? Amerika dan Rusia saja saling mempengaruhi. Cina, India, Jepang juga saling mempengaruhi. Semua negaralah, itu biasa, jadi jangan seolah-olah kiamat akan terjadi. Nggak usah lagi deh nakut-nakutin rakyat dengan statemen-statemen semacam itu,” kata Barata melalui selular, Senin (16/9/2019).

Persoalan di Papua, kata Barata, khususnya terkait kerusuhan kemarin, semata-mata karena rakyat Papua tersinggung disebut ‘monyet’ dalam peristiwa penyerbuan di asrama mahasiswa di Surabaya.

“Kalaupun belakangan masalah itu melebar misalnya, ya wajar sajalah, lha sejak dulu kan rakyat Papua memang banyak yang tidak puas dengan ketimpangan sosial di sana,” katanya.

Dia menilai solusi menyelesaikan masalah apapun di Papua cuma satu, yaitu sejahterakan rakyat Papua, karena di situlah esensi persoalannya. Rakyat Papua sejak zaman Orde Baru sudah bosan jadi sapi perah yang kekayaan alamnya diangkut ke Amerika berkat kebijakan pemerintah pusat di Jakarta, sementara rakyat Papua sendiri masih banyak yang miskin dan bodoh.

“Percuma kita koar-koar waspada asing mau kuasai Papua, Amerika, Rusia, Australia, Cina dan lainnya kita salahin, selama kemiskinan masih merajalela di Papua, selama itu pula masalah akan tetap ada. Ingat, rakyat Papua miskin itu bukan salah negara asing, tapi salah kita sendiri, salah pemerintah pusat,” katanya.

“Pemerintah fokus saja sejahterakan rakyat Papua. Benahi berbagai kebijakan terkait Papua, termasuk soal Freeport. Papua itu kalaupun suatu saat nanti akan hancur atau lepas dari NKRI, itu bukan salah negara asing, tetapi akibat kesalahan dari kebijakan pemerintah kita sendiri,” tegasnya. (gunawan)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed