oleh

Aksi Mahasiswa Ricuh di Sejumlah Daerah, Menkumham: Ada yang Tunggangi

-Utama-73 views

Jakarta, Radar Pagi – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly melihat ada upaya menunggangi aksi mahasiswa yang belakangan kerap ricuh di sejumlah daerah. Dia mengingatkan mahasiswa agar tidak terbawa dalam sebuah agenda politik yang tidak benar.

“Kita ini mendengar, melihat, ada upaya-upaya yang menunggangi, jangan terpancing,” ujar Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Dia melihat fakta bahwa isu apapun saat ini selalu dimanfaatkan untuk tujuan politik. “Sekarang ini, isu dimanfaatkan untuk tujuan tujuan politik,”  katanya.

Yasonna mengimbau mahasiswa sebagai kaum intelektual agar tidak menggunakan otot karena semua tuntutan mahasiswa bisa didiskusikan bersama dan kalau ada perbedaan, mahasiswa bisa membuat forum bersama DPR.

“Kalau mau debat, kalau mau bertanya tentang RUU mbok ya datang ke DPR, datang ke saya. Bukan merobohkan pagar,” ujarnya menyitir aksi demo mahasiwa yang merusak pagar DPR RI.

Sebagaimana diketahui, demonstrasi besar-besaran mahasiswa di gedung DPR/MPR hari ini terjadi sebagai lanjutan aksi kemarin. Di sejumlah daerah pun dalam kurun 2-3 hari terakhir terjadi aksi pelajar/mahasiswa yang berujung kerusuhan.

Ricuh Mahasiswa di DPR

Aksi ribuan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI, Selasa (24/9/2019) berujung kericuhan setelah tuntutan massa bertemu pimpinan DPR RI tidak digubris kepolisian.  Polisi dan mahasiswa sempat saling dorong dan puluhan botol melayang ke arah petugas.

Sebenarnya kepolisian sudah memfasilitasi agar perwakilan mahasiswa bisa masuk ke dalam untuk menyampaikan aspirasi, namun mahasiswa menolak dan tetap menuntut pimpinan DPR yang keluar menemui mereka.

“Saya sudah komunikasi ke gedung DPR. Di kasih waktu setengah jam untuk menyampaikan aspirasi kawan-kawan. Saya bantu masuk ke dalam. Saya bantu komunikasi. Beberapa perwakilan mahasiswa dan buruh tani, silakan,” ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan di lokasi.

Ricuh Mahasiswa di Makassar

Kericuhan serupa terjadi di Kota Makassar, Selasa (24/9/2019). Awalnya aksi mahasiswa berjalan damai, namun saat menyuarakan protes terkait revisi undang-undang yang dinilai bermasalah, serta Revisi UU yang melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tiba-tiba saja terjadi bentrokan dengan lemparan batu yang dibalas tembakan gas air mata dari pihak kepolisian.

Mahasiswa kemudian dipukul mundur oleh aparat kepolisian dari depan gedung DPRD Sulsel. Kemudian mahasiswa membalas dengan melempari mobil polisi dari atas jembatan layang fly over.

Polisi kemudian membalas dengan tembakan gas air mata. Namun mahasiswa belum juga bisa diredakan karena jumlah massa memang lebih banyak dibanding aparat kepolisian. Saat berita ini diturunkan, kericuhan masih berlangsung. (rian/fitria)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed