oleh

Ibu dan Anak yang Perkosa dan Bunuh Bocah 5 Tahun Senang Hubungan Seks Sedarah

-Hukum-137 views

Sukabumi, Radar Pagi – Polres Sukabumi, Jawa Barat, mengungkap fakta lain dalam kasus perkosaan dan pembunuhan NP, bocah perempuan lima tahun oleh kakak dan ibu angkatnya yang terjadi Minggu (22/9/2019) sekitar pukul 09.00 WIB kemarin. Hasil penyidikan, tiga tersangka, SR alias Yuyu (39), dan dua anaknya, RG (16) dan R (14), sering melakukan hubungan intim sedarah atau inses.

Hal itu telah berlangsung sekitar dua bulan. “Ketiga pelaku ini juga sering melakukan hubungan inses antara ibu dengan kedua anak kandungnya. Selain kepada ibunya, kedua pelaku ini juga sering memperkosa adik angkatnya,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi dalam konferensi pers di Mapolsek Cibadak, Selasa (24/9/2019) kemarin.

Bahkan SR dan salah satu anaknya, melakukan hubungan intim di samping jenazah NP setelah keduanya membunuh NP dengan cara mencekik bocah malang itu. “Yang lebih zalimnya lagi, setelah korban dicekik, ibu dan anak kandungnya ini melakukan hubungan intim di dekat korban,” kata Nasriadi.

Nasriadi mengatakan ketiga pelaku juga sering melakukan inses bertiga (threesome). Semua perzinahan sedarah itu dilakukan saat sang ayah atau suami SR tidak berada di rumah. Hal itu mereka lakukan karena sering menonton video porno.

Selama ekspose di depan media, SR terlihat tenang, sedikit pun tidak menampakkan raut ketakutan dan rasa malu. Sedangkan kedua anaknya terus tertunduk dan menutup muka.

“Tidak ada bukti dia mengikuti aliran-aliran tertentu, ini murni perbuatan inses yang dilakukan suka sama suka antara SR dan kedua anaknya. Bahkan ada pengakuan juga dalam satu waktu, SR juga melakukan perbuatan itu berbarengan atau threesome,” jelas Nasriadi.

Saat berita ini diturunkan, polisi belum mengetahui mengapa tersangka sampai tega menghabisi nyawa NP. Polisi akan memeriksa kejiwaan SR (36), ibu yang tega menghabisi nyawa anak angkatnya inisial NP di Sukabumi. Karena dugaan sementara motif SR menghabisi bocah perempuan berusia 5 tahun itu adalah cemburu lantaran kedua putranya senang melampiaskan nafsu seksual terhadap korban selama tiga bulan terakhir.

“Kita ada dugaan SR menghabisi korban karena cemburu. Perbuatan inses SR dengan kedua anaknya diduga membuat SR tidak rela anak-anaknya itu berhubungan badan dengan korban,” kata Nasriadi.

Diketahui NP tewas dicekik oleh SR usai diperkosa oleh RG. Setelah puas menyetubuhi adik angkatnya, RG pun menyetubuhi ibu kandungnya sendiri di samping jenasah adik angkatnya itu.

Sudah berulangkali perbuatan sadis semacam ini dilakukan oleh remaja, dan para pelakunya tidak pernah bisa dihukum lantaran dianggap masih di bawah umur. Sudah saatnya pemerintah merubah keadaan ini. Dalam rancangan KUHP yang baru diselesaikan, seharusnnya hal inilah yang menjadi perhatian utama pemerintah, bukannya malah cuma sibuk mengurusi urusan kumpul kebo. (heri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed