oleh

MUI dan DPRD Kecam Polisi Kejar Mahasiswa Masuk Masjid Tanpa Lepas Sepatu

-Utama-93 views

Makassar, Radar Pagi – MUI Makassar mengecam aksi polisi yang mengejar mahasiswa hingga masuk masjid tanpa melepas sepatu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Tindakan polisi tersebut dinilai merendahkan tempat suci umat Islam.

“Itu tidak boleh. Itu namanya merendahkan tempat suci,” kata Ketua MUI Makassar H Baharuddin, Rabu (25/9/2019).

“Kecuali tempat peribadatan agama lain boleh masuk pakai alas kaki, tidak masalah,” tambahnya.

Dia meminta Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe memastikan kejadian yang sama tidak terulang lagi.

“Pak Kapolda harus memberikan pengarahan kepada bawahannya, kalau terjadi macam begitu, jangan terulang-ulang,” kata dia.

DPRD Ikut Mengecam

Di tempat berbeda, Ketua DPRD Sulsel Ina Kartika Sari mengecam polisi yang bersepatu masuk masjid saat mengamankan unjuk rasa mahasiswa di Kota Makassar. Menurutnya aksi polisi itu tidak pantas dilakukan.

“Kita juga ini mengecam itu ya, mengecam itu, apalagi ini kan rumah ibadah, tidak pantas itu dilakukan,” ujar Inna dilansir detikcom, Rabu (25/9/2019).

Politisi Golkar itu mengungkapkan, aksi polisi bersepatu tidak dapat dibenarkan meskipun dalam keadaan terdesak karena mengejar mahasiswa yang masuk masjid.

“Ya ini rumah ibadah, apapun itu (tidak bisa dimaklumi),” tegasnya.

Namun Ina juga mengimbau kepada mahasiswa yang melakukan unjuk rasa menyampaikan aspirasinya dengan cara yang baik. Menurutnya unjuk rasa mahasiswa memang merupakan kewajiban.

“Ya, pasti banyak lah efek dari itu (demo rusuh). Jadi teman-teman, adik-adik (mahasiswa) Insyaallah kalau juga caranya (baik), ya tunjukkan lah bahwa yang datang (demo) itu adik-adik mahasiswa, terpelajar, kan seperti itu. Insya Allah pasti semua berjalan dengan baik,” paparnya.

Polisi Minta Maaf

Sebelumnya, video polisi masuk masjid mengejar mahasiswa beredar. Ada dua video yang beredar, yakni yang berdurasi 7 detik dan 22 detik.

Dua video tersebut menggambarkan sejumlah polisi membawa tongkat, tameng, mengenakan helm, dan bersepatu menangkap sejumlah orang yang diduga sebagai mahasiswa pendemo di dalam masjid. Polda Sulsel kemudian mengakui kejadian dalam video itu dan telah mengeluarkan permintaan maaf secara terbuka.

Berikut penjelasan polisi yang disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani kepada wartawan, Selasa (24/9):

KLARIFIKASI VIDEO ANGGOTA POLRI MENGEJAR MAHASISWA DI MASJID

AWAL BEREDARNYA VIDEO TERSEBUT, MEMANG MIRIP KEJADIAN DI PETAMBURAN JAKARTA. NAMUN SETELAH DILAKUKAN PENGECEKAN DI LAPANGAN, BAHWA MEMANG BETUL MASJID ITU ADA DI SEBELAH KANTOR DPRD SULSEL.

KRONOLOGIS KEJADIAN, ANGGOTA YG SEDANG MELAKUKAN PENGAMANAN DEMONSTRASI DI KANTOR DPRD, DILEMPAR MAHASISWA DG BATU. PASCA LEMPARAN ITU TERJADILAH PENGEJARAN MAHASISWA OLEH ANGGOTA, NAMUN MAHASISWA BERSEMBUNYI DI MASJID SAMPING DPRD. MAHASISWA YG MELEMPAR PETUGAS SENGAJA MENJADIKAN MASJID SEBAGAI TAMENG. AKHIRNYA PETUGAS MENANGKAP MAHASISWA PELAKU PELEMPARAN YG BERSEMBUNYI DI MASJID.

SEHUBUNGAN DENGAN HAL TERSEBUT DI ATAS, POLDA SULSEL MOHON MAAF YG SEBESAR BESARNYA ATAS INSIDEN TERSEBUT.

OKNUM YG MELAKUKAN TINDAKAN BERLEBIHAN AKAN DIPROSES SECARA HUKUM. NAMUN MAHASISWA PELAKU PELEMPARAN JUGA AKAN DIPROSES SECARA HUKUM. PROPAM SEGERA MELAKUKAN PENYELIDIKAN TERHADAP INSIDEN TERSEBUT.

DEMIKIAN KLARIFIKASI INI KAMI BUAT ATAS PETUNJUK BAPAK KAPOLDA SULSEL. (heri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed