oleh

Mahasiswa Tewas Saat Demo, Polisi: Tidak Ada Personil yang Bawa Peluru Tajam

-Utama-76 views

Makassar, Radar Pagi – Seorang mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) bernama Randi (21) meninggal dunia dengan luka tembak di dada kanan saat berunjuk rasa di DPRD  Sulawesi Tenggara, Kendari, Kamis (26/9/2019). Polisi memastikan peluru tersebut bukan dari personil kepolisian.

“Dapat kami pastikan, tidak ada satu pun anggota kami yang membawa peluru tajam, peluru hampa atau pun peluru karet,” ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), AKBP Harry Golden Hart Kamis (26/9/2019).

Menurut Harry, sebelum mengamankan unjuk rasa, kepolisian melakukan apel pukul 08.00 WITA dan melakukan pemeriksaan terhadap peralatan pengamanan yang digunakan.

Dia menyebut personel yang melakukan pengamanan hanya dibekali tameng dan tongkat. Tidak ada personel kepolisian yang menggunakan peluru tajam saat mengamankan unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPRD Sultra Kendari.

“Untuk pengurai massa hanya dibekali gas air mata dan beberapa rantis Dalmas, kemudian water canon dan kendaraan pengurai massa,” katanya.

Namun Polri tetap mendalami dan mengusut kejadian tersebut guna memastikan ada tidaknya pelanggaran hukum.

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim dari Mabes Polri.

“Untuk korban saat ini berada di RS Abu Nawas Kota Kendari. Direncanakan akan dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebabnya (kematian),” ujarnya.

Demo Tolak RUU

Sebelumnya aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Kendari menolak sejumlah Rancangan Undang-Undang di Gedung DPRD Provinsi Sultra, Kamis (26/9/2019) menelan korban.

Korban dinyatakan meninggal karena mengalami luka parah di dada sebelah kanannya, setelah mendapat perawatan di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Ismoyo Kendari.

Selain Randi, seorang mahasiswa lain, Yusuf Kardawi (19), semester tiga dari Fakultas Teknik UHO sedang kritis dan menjalani perawatan serius di RS Bahteramas.

Bentrokan bermula ketika pukul 13.10 Wita, ribuan mahasiswa mendesak masuk ke gedung DPRD, namun polisi langsung menutup pagar, bentrokan pun pecah. Beberapa mahasiswa lalu mulai menyerang kantor DPRD dengan batu.

Polisi langsung membalas dengan semprotan water canon dari dalam gedung.Konsentrasi massa pun terpecah, ditambah lagi dengan tembakan gas air mata membuat pendemo berlarian tapi kemudian kembali menyerang polisi dengan batu.

Entah bagaimana, tiba-tiba ada mahasiswa yang tertembak peluru tajam. Beberapa bangunan gedung DPRD dan sejumlah motor staf dewan terbakar dalam kerusuhan ini. (yon)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed