oleh

Mujahid 212 Minta Jokowi Turun, Kapitra: Aksi Nggak Jelas

-Utama-90 views

Jakarta, Radar Pagi – Mantan oposan yang kini balik badan mendukung pemerintah, Kapitra Ampera, merasa heran dengan permintaan Gus Nur saat menjadi orator Aksi Mujahid 212, soal pelengseran Presiden Jokowi. Dia menilai Aksi Mujahid 212 tidak jelas dan hanya bermodalkan dendam lama.

“Saya lihat memang sudah nggak jelas nih. 212 Kok jadi latah. Tidak substantif. Kesannya kok ada dendam lama. Harusnya kan yang disuarakan itu RUU yang masih berkorelasi dengan tuntutan mahasiswa,” ujar Kapitra Ampera kepada wartawan, Sabtu (28/9/2019).

Kapitra pun menunjuk spanduk bertuliskan ‘TAP MPR RI No 6/Tahun 2000’. Kapitra mengatakan para pendemo salah kaprah.

“Demonstrasi tidak ada substansinya dengan tuntutan mahasiswa. Ditambah lagi dengan spanduk itu. Saya ini mujahid asli 212, jadi malu, tertampar saya. Nggak jelas agendanya apa. Tapi ada hidden agenda, agenda terselubung,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Gus Nur berbicara tentang pelengseran Jokowi saat berorasi di Aksi Mujahid 212 di Patung Kuda, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu pagi (28/9/2019). Namun tak dia jelaskan alasan mengapa Jokowi harus mundur.

“Pak Jokowi, mundur sekarang hina, mundur nanti tambah hina. Kalau Anda lanjutkan ini, wallahi, tambah terhina, negara ini tambah hina. Kalau mundur sekarang, saya yakin rakyat, umat, Indonesia ini, walau sesakit-sakitnya hati ini akan tetap akan memaafkan,” kata Gus Nur. (safrizal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed