oleh

Sebelum Meninggal, Satia Putra Bocah Obesitas Minta Dibelikan Mainan

-Anehsiana-129 views

Karawang, Radar Pagi – Satia Putra (7) bocah obesitas asal Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meninggal dunia Sabtu (28/9/2019) kemarin sekitar pukul 21.00 WIB. Dia meninggal saat akan dibawa ke rumah sakit setelah mengalami batuk dan sesak napas karena sakit asma.

Sebelum memgembuskan napas terakhirnya, Satria sudah dibawa rumah sakit sehari sebelumnya dan sempat diberi oksigen.

“Jam 02.00 malam (dini hari), langsung dioksigen, pulang jam 9.00 WIB pagi,” ujar sang ayah, Sarli, di rumahnya di Jalan Raya Tanjungbaru, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Minggu (29/9/219).

Karena tidak ada perubahan setelah dibawa pulang, maka pihak keluarga bermaksud membawanya lagi ke rumah sakit.

“Pas pulang ke sini enggak ada perubahan, mau dibawa lagi ke RS, baru beres-beres dia sudah enggak ada,” kata Sarli.

Padahal, kata Sarli, pada Sabtu (28/9/2019) sekitar pukul 12.00 WIB, Satia masih bermain, memboncengnya naik motor. Ia pun memperingatkannya untuk tak banyak bermain.

“Sekali lagi, Pah,” ucap Sarli menirukan Satia. Mereka berdua kemudian pulang. Di rumah, Satia merengek meminta dibelikan mainan. “Dia bilang, Pah beli mainan yuk,” katanya.

Semasa hidupnya Satria sempat menghiasi jagad pemberitaan karena di usianya yang baru 7 tahun berat badannya mencapai 110 kg.

Dalam sehari, Satia bisa makan hingga 9 piring nasi dan lauk, belum ditambah dengan camilan. Orang tuanya mengaku tak bisa mengontrol nafsu makan anaknya karena  terus merengek dan marah-marah jika tak diberi makan.

“Setiap jam 12 malam dia sering minta makan. Kalau enggak dikasih marah-marah,” ucap Sarli..

Menurut Sarli, nafsu makan Satria tak terkendali semenjak menjalani operasi sunat empat tahun lalu.

Sebenarnya pihak rumah sakit sudah menyaran kan Satria agar menjalani operasi bariatrik atau memotong lambung untuk mengurangi nafsu makan. Namun ibu Satria, Komariah, menolak anaknya dioperasi.

“Kalau mau ngobatin mah silakan, obati apa saja. Tapi kalau operasi, saya tidak setuju. Enggak diobati juga enggak apa-apa karena anak saya sehat. Lagian kalau dioperasi, anak saya masih kecil. Kasihan,” kata Komariah, beberapa bulan lalu. (heri)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed