oleh

Istri Mau Habisi Suami dengan Racun Sianida, Malah Kena Tipu Selingkuhan

-Anehsiana-638 views

Jakarta, Radar Pagi – Seorang istri di Kelapa Gading, Jakarta Utara, nekat menyewa dua pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa suaminya sendiri dengan racun sianida. Peristiwa terungkap setelah korban berhasil melarikan diri saat akan dibunuh di Jalan Beger, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Wanita tersebut adalah YL (40), dia diamankan aparat Polsek Kelapa Gading setelah diduga menjadi dalang rencana pembunuhan suaminya sendiri, VT.

Peristiwa bermuka ketika YL merasa cemburu kepada suaminya yang diduga selingkuh dengan wanita lain. Dari sana timbul niat YL untuk membunuh suaminya. Lucunya, YL sendiri sebenarnya juga berselingkuh dengan pria lain, yaitu BHS (33).

Awalnya YL ingin mencampurkan racun sianida ke dalam botol air minum serta jamu masuk angin suaminya. Untuk itu dia minta bantuan BHS yang merupakan sopir pribadi, sekaligus selingkuhannya.

“Dalam perencanaan, awalnya saudari YL dan BHS ini merencanakan akan membunuh suaminya dengan racun sianida yang mana racun itu sudah dibeli,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto, Selasa (2/10/2019).

Namun ibarat si Pengki, karakter sopir pribadi yang diperankan Benyamin S dalam sebuah film lawas, BHS ini senang sekali ngibul dan nyatut soal duit.

BHS mengaku akan membeli racun sianida langsung di Singapura dengan harga S$ 3 ribu atau sekitar Rp 30 juta. Padahal, dia membelinya secara online dangan harga tak lebih dari Rp 500 ribu. Kelebihan duit Rp29,5 juta pun dikantongi BHS untuk berfoya-foya.

“Racun sianida itu terbukti dibeli secara online di Indonesia. Itu hanya pengakuan BHS kepada YL agar diberikan uang yang lebih untuk membeli barang tersebut,” kata Budhi.

Ironisnya, setelah mendapatkan sianiada, YL kehilangan nyali untuk mencapurkan racun itu ke minuman suaminya.  Alhasil, rencana pembunuhan ini pun gagal.

Lalu YL dan BHS berunding dan disepakati mereka akan menyewa pembunuh bayaran.  BHS pun mencarikan dua pembunuh bayaran dengan honor semuanya mencapai Rp300 juta.

YL yang sudah gelap mata langsung menggadaikan mobil dan emasnya untuk diberikan kepada kedua pembunuh bayaran melalui BHS.

Padahal, honor kedua pembunuh cuma Rp100 juta. BHS pun sukses mengantongi catutan sebesar Rp200 juta yang lagi-lagi dihabiskannya untuk berfoya-foya dalam waktu singkat.

“Faktanya, BHS membayar kedua pembunuh bayaran itu hanya sebesar 100 juta rupiah, 200 juta rupiah sisanya digunakan BHS untuk foya-foya,” terang Budhi.

Namun kendati sudah mengerahkan pembunuh bayaran, eksekusi pembunuhan kedua yang dilakukan pada 13 September ini pun kembali gagal.

VT yang saat itu kena tikam oleh kedua pembunuh berhasil kabur menggunakan mobilnya menuju rumah sakit untuk meminta pertolongan dan kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian setempat.

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian meringkus YL dan BHS. Saat berita ini diturunkan, kedua pembunuh bayaran masih dalam pengejaran polisi. (rio)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed