oleh

Bocah 6 Tahun di Samarinda Tewas Dianiaya Kekasih Tantenya yang Lesbi

-Hukum-174 views

Samarinda, Radar Pagi – Seorang bocah berinisial PTA (6), warga Jalan Setia Bakti RT 08 Kelurahan Pendingin Kecamatan Sanga-sanga Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang dianiaya seorang perempuan pacar tantenya pada Senin (30/9/2019) lalu akhirnya meninggal dunia, Rabu (2/10/2019) sekitar pukul 16.00 WITA.

Bocah bernasib malang itu memang sudah 5 bulan dititipkan orang tuanya ke kontrakan tantenya, Midah alias Serli (17), karena kedua orangtuanya bekerja di Balikpapan. Tetapi di kontrakan tantenya itu, tinggal pula pacar lesbian tantenya, Susanti alias Abay (23).

Susanti inilah yang diduga menganiaya PTA hingga akhirnya meregang nyawa dengan luka lebam di sekujur tubuh dan trauma berat di bagian dalam kepala.

“Perempuan diduga pelaku penganiayaan korban sudah kami amankan. Dan, kami menyita barang bukti 1 buah ikat pinggang coklat dan gantungan baju plastik yang diduga alat untuk memukul korban,” ujar Kapolsek Sanga-sanga Iptu Muhammad Afnan, beberapa saat lalu.

Penganiayaan sudah dilakukan berulang -ulang. Terakhir, korban dianiaya pada Senin (30/9/2019) sekitar pukul 15.00 WITA hingga mengalami luka lebam dan membiru di sekujur tubuh. Pelaku beralasan, korban nakal.

Saat korban kritis, pasangan sesama jenis ini sempat mengantarkannya ke Puskesmas Rawat Inap di Kelurahan Bentuas Kecamatan Palaran Samarinda.

“Pasangan ini juga turut mendampingi korban saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Syahranie Samarinda,” tutur Afnan.

Saat korban ditangani tim medis IGD, pelaku ketakutan dan kabu meninggalkan Midah sendirian di rumah sakit.

“Terungkapnya kasus ini, ketika korban sudah terluka dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Kelurahan Bentuas Samarinda oleh Susanti dan Midah. Lalu, korban dirujuk ke rumah sakit AW Sjahranie, saksi Midah ditinggalkan sendirian,” kata Afnan.

Kemudian, nenek korban yang mendapat kabar penganiayaan itu langsung melapor ke Polsek Sanga-sanga. Atas laporan tersebut, polisi pun menangkap Susanti untuk penyidikan lebih lanjut.

Tim dokter menemukan ada pembekuan darah di kepala. Petugas medis sudah melakukan tindakan bedah otak (kraniotomi), namun nyawanya tidak terselamatkan.

Pelaku Susanti telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Sanga-sanga. Pelaku akan dijerat UU 35/ 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Ancamannya hukuman 15 tahun penjara,” ujar Afnan. (zal)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed