oleh

Usulan Anggaran untuk TGUPP Naik Jadi Rp26,57 Milliar Tapi Dibantah Anies, Mana yang Benar?

-Jabodetabek-334 views

Jakarta, Radar Pagi – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah ada kenaikan anggaran untuk Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) sebesar Rp 7,5 miliar pada tahun 2020 mendatang.

“Kita tetap, anggarannya tidak berubah,” kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (3/10/2019), dilansir tribunnews.

Nilai anggaran TGUPP untuk tahun depan, kata Anies, masih sama seperti tahun 2019 yakni Rp 18,99 miliar.

Namun meski Anies membantah ada kenaikan anggaran untuk TGUPP yang dia bentuk, tapi dalam anggaran KUA-PPAS DKI Jakarta tahun 2020 yang dikirim ke DPRD DKI, ditemukan usulan kenaikan anggaran menjadi Rp 26,57 miliar (Rp26.572.982.000) untuk merampungkan 48 dokumen kerja.

Bila dilakukan penghitungan kasar, maka untuk menggarap satu dokumen saja, TGUPP membutuhkan dana Rp 500 juta.

Hal ini kemudian disorot oleh anggota DPRD DKI Jakarta fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana.

“Saya ditugaskan di Komisi A. Lalu saya sisir anggaran dan salah satu yang saya coba ingin bangun diskusi di publik adalah TGUPP. Peningkatannya sangat tajam. Jadi kalau dihitung, dengan anggaran Rp29 miliar, sekitar Rp500 juta per dokumen,” jelas William di Gedung DPRD DKI.

Menurut dia, alokasi anggaran sebesar itu tak sama sekali mencerminkan kinerja Gubernur DKI.

Justru katanya, hal tersebut merupakan satu bentuk pemborosan anggaran.

“Banyak anggaran dan banyaknya personel di TGUPP itu nggak mencerminkan kinerja Pak Gubernur sekarang. Jadi sebenernya boros-borosin anggaran,” ungkap dia.

Di sisi lain, TGUPP diketahui merupakan tim yang dibentuk Gubernur itu sendiri.

Maka, pihak dewan tidak bisa menyentuh untuk melakukan pengawasan secara langsung.

Karena dana untuk TGUPP bersumber dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Atas dasar tersebut, William pun menduga pembentukan TGUPP adalah bentuk dari bagi-bagi kursi jabatan semata.

“Makanya dilemanya di sini. Udah anggaran besar, hasil nggak ada, kita (juga) nggak bisa mengawasi. Akhirnya bisa jadi TGUPP bagi-bagi kursi jabatan aja,” ujar dia.

Berikutnya, jika ditelisik lebih lanjut, anggaran TGUPP terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun dan cenderung meningkat.

Ketika Anies-Sandi baru menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur, anggaran yang digelontorkan untuk TGUPP sebesar Rp 1,69 miliar. Jumlah ini turun Rp 1 miliar dalam APBD-Perubahan 2017.

Meski sempat turun, tapi pada tahun selanjutnya anggaran untuk TGUPP pada APBD DKI 2018 melonjak berkali-kali lipat. Pemprov DKI meminta dana Rp 19,8 miliar demi TGUPP.

Anggaran TGUPP ini kemudian turun lagi pada APBD-P DKI 2018, menjadi Rp 16,2 miliar. Tapi, angka tersebut kembali ke Rp 19,8 miliar dalam APBD 2019.

Artinya, selama tiga tahun, sejak 2017 – 2020 mendatang, anggaran TGUPP melonjak drastis dari semula Rp1 miliar ke Rp26,5 miliar.

“Ini naiknya sangat drastis Kalau nggak salah 2017 itu Rp1 miliar, sekarang mau ke Rp26 miliar. Ini sangat pemborosan anggaran,” kata dia. (tnc/red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed