oleh

Guru Ngaji di Samarinda Cabuli 4 Murid SD

-Hukum-274 views

Samarinda, Radar Pagi – Muhtadi (29), guru ngaji sekaligus marbot masjid di kawasan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, dibekuk polisi lantaran diduga mencabuli 4 bocah perempuan saat belajar mengaji.

Kasus ini terungkap bermula ketika seorang korban, AM (8) yang masih duduk di bangku kelas 3 SD, mengeluh kepada orang tuanya karena rasa sakit di kemaluannya saat buang air kecil.

Orangtua AM kemudian membujuk korban menceritakan apa yang terjadi. AM mengaku dicabuli MD. Kemudian keluarga kemudian melaporkan kasus itu ke Polsek Palaran pada 16 September.

“Sehari setelah laporan masuk, petugas langsung menahan pelaku. Bukti yang kami himpun mengarah ke pelaku,” ujar Kapolsek Palaran Kompol Nur Kholis saat memberi keterangan pers, di Samarinda, Kamis (3/10/2019).

Dia menerangkan, saat ditangkap, Muhtadi sempat membantah. Tapi hasil visum korban tidak bisa dibantah oleh pelaku. Terdapat luka lecet pada alat kelamin korban. Akhirnya pelaku mengakui perbuatannya.

Pelaku melancarkan aksinya sejak empat bulan terakhir . Sebagian besar siswanya adalah anak perempuan usia 7-8 tahun.

“Modusnya, murid yang mau mengaji, diminta antre duduk di sampingnya. Selama duduk di sampingnya, tangan pelaku ini menggerayangi alat vital korban perempuan, rata-rata usia 7-9 tahun, nggak sampai disetubuhi,” ujar Kholis.

Penyelidikan sementara, dari 4 anak yang diduga jadi korban pencabulan Muhtadi, baru orangtua dari 1 anak yang datang melapor ke kepolisian.

“Kesimpulan sementara, diduga pelaku ini punya kelainan (seksual). Karena, dia ini sudah beristri, dan punya anak perempuan,” ungkap Kholis.

Pelaku dijerat pasal Pasal 82 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (yon)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed