oleh

MUI Papua Tolak Ajakan Jihad: Rusuh Wamena Bukan SARA!

-Hukum-627 views

Jakarta, Radar Pagi – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, KH. Saiful Islam Al Fayage, meminta semua pihak tidak mengaitkan rusuh Wamena Kabupaten Jayawijaya dengan isu Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA).

“Saya selaku Gubernur Umat Islam di Papua, saya tegaskan, bahwa di Papua tidak ada konflik atas nama agama. Papua tidak pernah ada masalah soal itu. Jika ada mungkin itu soal politik, atau Kriminal murni,”  kata Al Fayage di Jayapura, Jumat (5/10/2019).

Dia meminta semua menahan diri, dan tidak mudah terprovokasi oleh berita hoax yang belum tentu kebenarannya. Percayakan semua kepada pihak-pihak berwenang di Papua.

“Jangan percaya berita hoax, yang saat ini terus ada. Kembali rukun bergandengan, saling tolong menolong, membangun Papua yang lebih baik,” ucapnya.

Dia pun menolak dengan tegas adanya rencana jihad ke Papua yang belakangan ini santer berkembang di media sosial. Ajakan jihad ke Papua, kata Al Fayage, hanya akan memperkeruh situasi Papua yang saat ini sudah semakin kondusif.

“Jika aksi jihad ini ada, maka menimbulkan konflik baru yang bernuansa SARA,” katanya.

MUI Papua juga menolak segala kekerasan yang terjadi di Papua, karena ajaran agama manapun tak mengajarkan kekerasan.

“Kami minta aparat keamanan terus menjaga Papua agar tetap aman dan damai, serta memproses pelaku kerusuhan, sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.

Dia juga minta semua pihak menghentikan istilah warga asli Papua dan pendatang, karena semua warga di bumi adalah saudara.

“Kami mengajak semua tokoh di Papua untuk menenangkan situasi dan menjaga kerukunan, persaudaraan dan kebersamaan, demi keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya. (Om Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed