oleh

Mulai 1 Januari 2020, Pemerintah Larang Minyak Goreng Curah

-Ekonomi-247 views

Jakarta, Radar Pagi – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memastikan mulai 1 Januari 2020 tidak ada lagi penggunaan minyak curah, artinya hanya ada minyak goreng kemasan yang boleh beredar di pasaran.

“Kemendag terus berupaya meningkatkan mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi, salah satunya melalui program pengalihan minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan, jadi pas tanggal 1 Januari 2020 tidak ada lagi penggunaan minyak curah, semuanya pakai kemasan,” ujar Mendag di Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Dia menjelaskan, program itu diluncurkan karena penggunaan minyak goreng curah tidak aman bagi konsumen. Minyak goreng curah, kata Mendag, tidak terjamin bahan-bahan pembuatnya, kurang higienis dan proses pembuatannya pun bisa berbahaya bagi konsumen.

“Minyak goreng curah itu tidak akan jaminan kesehatan. Itu minyak goreng bekas yang diolah sederhana dan tidak higienis, enggak ada label halalnya lagi,” ujar Mendag

Karena itu, Mendag tegas meminta produsen untuk tidak menyuplai kembali minyak goreng untuk dijual secara curah. “Jadi tidak lagi supplai minyak goreng curah. Alasan utama karena kesehatan,” ucap dia.

Dia pun berharap, produsen bisa mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam penerapan kebijakan wajib kemas minyak goreng. “Diharapkan konsumen Indonesia menggunakan minyak goreng kemasan hasil produksi dalam negeri yang lebih higienis dan sehat,” katanya.

Mendag melanjutkan, kebijakan wajib kemas minyak goreng merupakan bagian dari program strategis pemerintah yaitu program peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Kebijakan ini untuk mendorong masyarakat agar mengonsumsi minyak goreng kemasan yang lebih terjamin mutu dan keamanannya.

Program ini telah dilakukan sejak 2014 melalui penerbitan kebijakan Minyak Goreng Kemasan yang mulai diberlakukan pada 1 April 2017. Namun, implementasi kebijakan ditunda dikarenakan belum siapnya produsen minyak goreng untuk memperluas unit pengemasan dan menumbuhkan industri pengemasan di daerah.

“Sejalan dengan penerapan SNI Wajib Minyak Goreng, kebijakan wajib kemas minyak goreng akan diberlakukan pada 1 Januari 2020 tanpa ada masa transisi. Untuk itu, seluruh pelaku usaha wajib menjual minyak goreng kepada konsumen dalam keadaan terkemas dan memenuhi ketentuan yang berlaku,” tegas Mendag.

“Dari kebutuhan dalam negeri hampir 50% masih dikonsumsi dalam bentuk minyak goreng curah yang belum terjamin kebersihannya, baik dari sisi produksi maupun sisi distribusi,” ujarnya.

Sampai paruh terakhir 2019 ini, total produksi minyak goreng nasional per tahun berjumlah sekitar 14 juta ton. Dari jumlah tersebut, alokasi untuk pemenuhan kebutuhan di dalam negeri sekitar 5,1 juta ton dan sisanya untuk kebutuhan pasar luar negeri. (arman)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed