oleh

Tiga Anggota TNI Dicopot Karena Istri Nyinyirin Wiranto, Ini Sebabnya Kenapa Suami yang Kena

-TNI/POLRI-835 views

Jakarta, Radar Pagi – Tiga anggota TNI kena masalah akibat nyinyiran istri soal penusukan yang menimpa Menkoplhukam Wiranto. Ini sebabnya kenapa istri yang berbuat, suami yang kena getahnya.

Ketiga anggota TNI itu adalah Kolonel Kav Hendi Suhendi yang dicopot dari jabatannya sebagai Dandim Kendari, Peltu YNS dari tugasnya sebagai Anggota Satpom AU, dan Sersan Dua Z dari tugasnya sebagai Detasemen Kavaleri Berkuda di Bandung, Jawa Barat. Ketiga anggota TNI ini selanjutnya juga dipenjara di tahanan militer guna mengikuti proses peradilan militer.

Khusus untuk Peltu YNS dan Serda Z, keduanya dikenakan hukuman penahanan ringan selama 14 hari. Sementara untuk Kolonel Kav. Hendi Suhendi belum diperoleh informasi berapa lama akan ditahan, namun kemungkinan besar juga 14 hari.

Ketiganya disangkakan melanggar UU No 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Proses hukum juga akan diberlakukan pada istri Kolonel Kav Hendi Suhendi, Irma Nasution,  melalui jalur peradilan umum. Proses hukum yang sama juga ditimpakan kepada istri Peltu YNS yaitu FS, dan istri Serda Z yaitu LZ. Untuk ketiga wanita sipil ini dikenakan sangkaan melanggar UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XIV Hasanuddin, Letnan Kolonel Maskun Nafik menjelaskan mengapa seorang anggota TNI jabatannya bisa dicopot meski kesalahan dilakukan oleh sang istri.

Dia menjelaskan bahwa sikap seorang istri perwira atau personel TNI bisa menimbulkan permasalah di dalam kondisi masyarakat.

“Akhirnya, martabat militernya menjadi terganggu atau boleh dikatakan kehormatan militernya jatuh. Ibaratnya seperti itu,” kata Maskun Nafik saat diwawancarai, Sabtu (12/10/2019).

Apalagi pimpinan TNI telah memberi imbauan berulang kali pada para anggota beserta keluarga mereka untuk tidak mengunggah masalah politik, suku, agama, dan ras di sosial media karena TNI harus netral dan bila dilanggar bisa membuat martabat TNI tercoreng.

“Atau membuat konten-konten yang menjatuhkan martabat sebagai prajurit atau istri prajurit atau men-share, mem-posting, meskipun bukan buatannya sendiri,” lanjutnya.

Siaran pers TNI AU dalam situs resminya menulis, “Dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (KBT/Keluarga Besar Tentara) sudah jelas, netral. Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol Negara.”

Selain itu, TNI AU menganggap postingan FS juga dianggap menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan simbol negara, dengan cara mengunggah komentar yang mengandung fitnah, tidak sopan, dan penuh kebencian.

“Akhirnya yang bersangkutan dan suaminya dikenakan sanksi,” tulis siaran pers TNI AU.

Seperti diketahui, postingan FS, istri Peltu YNS, yang berisi doa agar Wiranto cepat mati berbunyi: “buat yg di tusuk, semoga lancar kematiannya”, dianggap melanggar peraturan Keluarga Besar Tentara (KBT).

Postingan Irma Nasution berbunyi:  “Jgn cemen pak,…Kejadianmu, tak sebanding dgn berjuta nyawa yg melayang”.

Sedangkan penggalan postingan LZ berbunyi: “cm sama pisau aja ko…blm di bakar kayak dokter di wamena (dan seterusnya-red) .. so gak usah lebay lah”. (maria)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed