oleh

18 Tewas Akibat Topan Hagibis Terjang Jepang, Tidak Ada WNI Jadi Korban

Jakarta, Radar Pagi – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban terjangan Topan Hagibis di Jepang. Meski begitu, ada beberapa WNI yang mengalami gangguan perjalanan akibat badai tersebut.

“Badai Hagibis telah melewati Pulau Honshu, Jepang. Tidak ada WNI yang menjadi korban langsung, namun dilaporkan terdapat beberapa WNI yang rumahnya tergenang banjir dan beberapa turis WNI menginap di hotel sampai menunggu jadwal penerbangan,” demikian rilis Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI), Minggu (13/10/2019).

“Menteri Luar Negeri RI, Ibu Retno Marsudi menginstruksikan KBRI Tokyo dan KJRI Osaka agar terus mengakses dan membantu WNI terdampak,” tulis rilis tersebut.

Reuters melaporkan bahwa sejauh ini 18 orang tewas dan 13 lainnya hilang akibat terjangan Topan Hagibis di Jepang. Pihak berwenang telah mencabut peringatan hujan di wilayah Kanto, dengan cuaca di Tokyo dan Osaka dilaporkan cerah.

Aktivitas transportasi seperti jaringan kereta api telah pulih, sementara penerbangan di Bandara Tokyo dan Bandara Osaka juga telah kembali normal.

Peringatan Diperluas

Pejabat di Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah memperluas peringatan darurat hujan deras imbas Topan Hagibis, ke prefektur Ibaraki, Tochigi, Niigata, Fukushima dan Miyagi pada Sabtu (12/10/2019) sekira pukul 07.50 malam waktu setempat.

Ini adalah level tertinggi pada skala peringatan lima tingkat JMA. Badan tersebut telah mengeluarkan peringatan yang sama ke Tokyo dan prefektur Shizuoka, Kanagawa, Saitama, Gunma, Yamanashi dan Nagano.

Berdasarkan informasi dari lembaga penyiaran NHK, daerah-daerah ini mengalami curah hujan hebat yang hanya diperkirakan terjadi sekali setiap beberapa dekade dan ada bahaya tanah longsor dan banjir. Orang-orang didesak untuk melakukan segala cara untuk melindungi diri saat Topan Hagibis menerjang.

Apabila seseorang merasakan situasi terlalu berbahaya untuk memindahkan diri ke fasilitas darurat, JMA menyerukan supaya orang-orang berpindah ke lantai yang lebih tinggi atau untuk menemukan bangunan yang lebih kuat.

Topan Hagibis telah menyebabkan meluapnya sungai di Prefektur Shizuoka, Jepang dan membanjiri banyak jalan.

Berdasarkan informasi dari lembaga penyiaran NHK, Polisi melaporkan dua orang tersapu air deras. Tim penyelamat menarik salah satu dari mereka ke tempat yang aman. Sedangkan yang lainnya masih hilang.

Petugas pemadam kebakaran mengatakan ada permintaan bantuan dari orang-orang yang terjebak di mobil mereka karena jalan yang banjir.

Di Prefektur Chiba, rentetan hembusan kekerasan menyebabkan kerusakan parah pada beberapa rumah. “Ketika angin tiba-tiba bertiup, mereka meniup atap rumah saya. Kebisingannya mengerikan. Salah satu dari tiga anak saya terluka tetapi sekarang di rumah sakit,” ujar seorang penduduk dilansir dari NHK, Sabtu (12/10/2019) kemarin.

Seorang lelaki berusia sekira 50 tahun ditemukan di sebuah mobil yang terbalik. Pria tersebut kemudian dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Polisi saat ini sedang menyelidiki apakah angin kencang menyebabkan kecelakaan yang menewaskan pria tersebut. (viktor)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed