oleh

Gunung Ringgit Kebakaran, Relawan Berharap Ada Water Booming

-NUSANTARA-263 views

Pasuruan, Radar Pagi – Kebakaran di Gunung Ringgit kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Pasuruan, Jawa Timur, belum berhasil dipadamkan. Medan yang sulit menjadi kendala pemadaman.

“Di beberapa lokasi masih bisa dijangkau dan dipadamkam secara manual. Tapi kalau lokasi yang medannya sulit, warga dan relawan tak bisa memadamkan,” kata Suroso Adi, salah seorang relawan, Minggu (13/10/2019), dilansir detiknews.

Pemadaman manual yang dimaksudkan adalah memukul api dengan dahan dan kayu. Pemadaman dengan air tak mungkinkan karena lokasi jauh dari sumber air.

“Jadi sangat dibutuhkan siraman air dari atas, pakai heli menyiram air dari atas. Kalau nggak begitu sulit,” terang Adi yang juga Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Arjuno.

“Kebakaran di Gunung Ringgit tahun ini yang terbesar sejak 2009,” terang Ketua LMDH Desa Jatiarjo, Hidayat.

Kebakaran di Ringgit ini tersebar di Kelurahan Ledug dan Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Api masih berkobar di sejumah titik dan terus melebar. Angin cukup kencang membuat api cepat meludeskan semak belukar dan pohon.

Puluhan petugas gabungan dari Tahura, tentara dan polisi, warga dan relawan sejak 3 hari terus melakukan upaya pemadaman. Namun hingga saat ini kebakaran belum padam.

Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan menyebut 90 persen lahan Gunung Ringgit sudah habis terbakar. Lahan yang tersisa harus diselamatkan agar tak merembet ke lahan perkebunan warga.

“Kebakaran di Ringgit ini terparah sejak 2009. 2009 hanya terbakar di pucuknya. Namun tahun ini hingga siang ini sudah 90 persen lahan terbakar,” kata Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Hidayat, Minggu (13/10/19).

Menurut Hidayat, kebakaran di Ringgit kali ini berasal dari Pal atau tapal batas antara Ringgit dan Gunung Welirang. “Dari Pal menyebar ke Welirang, ke Arjuno dan ke Ringgit,” terang Hidayat.

Menurut Hidayat, medan kebakaran di Ringgit sangat sulit dijangkau karena tebing curam. Hal itu menjadi kendala terbesar pemadaman. Pemadaman, kata dia, seharusnya difokuskan untuk menyelamatkan lahan yang tersisa.

“Lokasi sangat curam sehingga nggak bisa dijangkau. Yang tersisa ini harus diselamatkan,” terangnya. (yon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed