oleh

Pekerja Toraja Tewas Ditusuk di Wamena, Kapolda Papua Janji Evaluasi Pengamanan

-Hukum-186 views

Jayapura, Radar Pagi – Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau akan mengevaluasi mengapa lokasi penikaman yang menewaskan pekerja bangunan asal Toraja, Sulawesi Selatan, di Wamena, Jayawijaya, Papua tak ada aparat yang berjaga. Padahal, wilayah Wamena sudah jadi prioritas pengamanan.

Paulus menduga penusukan ini ada kaitannya dengan kerusuhan pada 23 September silam. Namun untuk memastikan keterkaitan ini, pelaku penikaman terlebih dahulu harus ditangkap.

“Kejadian itu pasti ada hubungan, dan tentu untuk membuktikan pelaku harus kita tangkap. Mengapa aparat ada di Jayawijaya dan di lokasi itu ada kekosongan. Itu koreksi kami,” ujar Paulus, dikutip dari Antara, Minggu (13/10/2019).

Dia  mengatakan penikaman itu akan menjadi bahan evaluasi bagi TNI dan Polri untuk memperkuat pengawasan, pendirian pos serta patroli skala besar. Dia mengimbau warga tidak membawa senjata tajam masuk ke pusat kota Jayawijaya.

“Saya harap warga tidak membawa senjata tajam. Stop, daripada saudara kecewa,” katanya.

Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih selanjutnya akan  mengkonsolidasikan semua kekuatan yang ada di Wamena, baik personel Polri maupun TNI, agar melakukan patroli, razia senjata tajam, ataupun senjata api serta menempatkan anggota pada pos-pos yang akan dibuka di sekitar Wamena. Irjen Paulus menegaskan bahwa jajarannya akan mengusut tuntas kasus kematian Deri Datu Padang.

“Itu menjadi tugas kami untuk ungkap pelakunya. Hari ini juga saya akan berangkat menuju Wamena. Bapak Pangdam XVII Cenderawasih (Mayjen TNI Herman Asaribab) sudah lebih dahulu tiba di Wamena pagi ini. Saya juga mengutus Direskrim Umum Polda Papua dengan penyidiknya untuk membantu pengusutan kasus itu,” kata Irjen Paulus.

Sebelumnya, seorang pekerja bangunan di Wamena bernama Deri Datu Padang (30) tewas ditikam orang tak dikenal. Jenazahnya akan diterbangkan ke kampung halaman.

Wakapolres Jayawijaya AKP Leonard Yoga mengatakan pengurusan dan pengantaran jenazah yang bertanggung jawab adalah Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah). Rencananya Senin (14/10/2019) besok jenazah akan diterbangkan ke Toraja.

“Pertemuan pada Sabtu malam, Forkompinda mengambil langkah untuk bertemu dengan masyarakat IKT di Gedung Tongkonan,” kata AKP Leonard.

Penikaman terjadi pada Sabtu (12/10/2019) kemarin sekitar pukul 15.20 WIT di Jembatan Wouma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Ketika itu, enam tukang menggunakan empat unit kendaraan bermotor yang saling berboncengan pulang dari kerja di bangunan Depan Paroki Wouma menuju Kota Wamena.

Tiba-tiba di depan Jembatan Wouma, Deri Daru Padang (30) yang mengendarai motor paling depan ditusuk di bagian perut oleh orang tak dikenal (OTK) berjumlah dua orang, dengan ciri-ciri satu anak dewasa pakai baju merah dan satu anak remaja.

Setelah ditikam, Deri Datung Padang yang membonceng Bunga Simon, terjatuh, tetapi mungkin karena merasa kondisinya tidak parah dia kembali mengendarai motornya menuju Pos Brimob, dekat Pasar Wouma.

Dari sana, Deri dibawa ke RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah mendapat perawatan medis, korban akhirnya meninggal karena ternyata lukanya cukup serius. (Yandrilla)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed