oleh

Sistem Jalur 2-1 Akan Diberlakukan di Puncak, Banyak Pengendara Belum Tahu

-Hukum-729 views

Puncak, Radar Pagi – Sistem manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) berupa sistem 2-1 akan diuji coba di jalur Puncak, Kabupaten Bogor pada 27 Oktober 2019. Sistem tersebut akan menggantikan sistem buka-tutup yang selama puluhan tahun diterapkan di kawasan Puncak untuk mengurai kemacetan.

Namun pengamatan wartawan di lapangan, hampir semua pengendara belum mengetahui rencana uji coba tersebut. Kalapun ada yang tahu, rata-rata mereka tidak mengetahui kapan uji coba akan dilakukan.

“Pernah dengar, kalau nggak salah ingat baca di internet, tapi lupa kapan ya waktu uji cobanya. Yang saya ingat dengan sisten ini ada 2 jalur ke atas (menuju Puncak) dan 1 jalur turun, atau sebaliknya 1 jalur ke atas dan 2 jalur turun,” kata Agus Sanjaya, pengendara asal Jakarta.

Dari pantauan wartawan memang belum terlihat spanduk pemberitahuan uji coba sistem 2-1 di Jalan Raya Puncak.

Namun pada Sabtu (12/10/2019) kemarin, petugas dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan membagikan brosur mengenai sosialisasi sistem 2-1 itu di Simpang Gadog. Uji coba sistem ini akan dilaksanakan pada 27 Oktober 2019.

Sistem 2-1 nantinya hanya diberlakukan pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu. Jika dalam sistem buka tutup kendaraan hanya bisa bergerak satu arah pada waktu tertentu (Simpang Gadog menuju Puncak atau hanya arah sebaliknya), maka pada sistem 2-1 kendaraan dapat bergerak dari dua arah dalam waktu bersamaan.

Pada skema sistem 2-1 ini, setiap akhir pekan jalur Puncak akan dioptimalkan menjadi 3 lajur. Pemisahan lajur dilakukan dengan menempatkan traffic cone sepanjang jalur Puncak mulai dari Simpang Gadog hingga Taman Safari Indonesia.

Dari 3 lajur yang ada, nantinya mulai pukul 03.00 – 13.00 WIB, lajur 1 dan 2 akan diperuntukkan bagi kendaraan yang mengarah ke Puncak atau naik, sedangkan lajur 3 untuk kendaraan menuju arah Gadog (turun). Pada pukul 12.30 – 14.00 WIB lajur 1 tetap diperuntukkan bagi kendaraan yang mengarah ke Puncak, namun lajur 2 untuk sementara ditutup dari arah Simpang Gadog (naik) untuk memastikan lajur 2 bersih dari kendaraan yang menuju ke Puncak, sedangkan lajur 3 tetap untuk kendaraan menuju Simpang Gadog (turun).

Selanjutnya setelah lajur 2 steril dari seluruh kendaraan, maka pada pukul 14.00 – 20.00 WIB arus lalu lintas berubah menjadi lajur 1 untuk kendaraan mengarah ke Puncak (naik), sedangkan lajur 2 dan 3 untuk kendaraan mengarah ke Simpang Gadog (turun). Selanjutnya, mulai pukul 20.00 – 03.00 WIB pengaturan lalu lintas kembali normal menjadi dua lajur untuk dua arah.

Opsi Terbaik

Sistem 2-1 merupakan opsi jalan keluar terhadap keluhan masyarakat setempat, yang selama ini terganggu aktifitasnya karena sistem buka tutup di Jalur Puncak.

“Kebijakan rekayasa lalu-lintas sistem 2-1 untuk jalur puncak ini dirumuskan dengan mengakomodir aspirasi masyarakat sekitar puncak yang kemudian setelah dilakukan kajian dan simulasi pantas untuk diujicobakan,” jelas Bambang Prihartono, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Minggu (13/10/2019)

Namun sistem rekayasa lalu lintas 2-1  ini diakui tidak akan otomatis mengurangi kemacetan. Sistem ini lebih merupakan langkah jangka pendek penataan transportasi di jalur puncak.
Keberhasilan implementasi dari rekayasa lalu-lintas ini sangat tergantung pada partisipasi publik.

“Saat ini daya dukung jalan di kawasan Puncak telah melampaui kapasitas, menurut data dari Pemkab Bogor, setiap akhir pekan setidaknya terdapat 19 ribu kendaraan berada maupun melintas di Jalur Puncak,” kata Bambang.

“Dengan kendaraan sejumlah itu, manajemen rekayasa lalu lintas apapun yang diupayakan tidak akan sepenuhnya menghilangkan kemacetan, “ tambahnya. (heri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed