oleh

Guru Besar IPB: Mengandung Logam Berat, Kerang Hijau Teluk Jakarta Tidak Boleh Dikonsumsi

-Kesehatan-210 views

Bogor, Radar Pagi – Kerang Hijau di Teluk Jakarta tidak layak konsumsi karena mengandung logam berat juga mengalami cacat karena dagingnya sudah rusak. Kerusakan atau cacat pada ini tidak ketahui oleh orang awam, tetapi tanda-tanda kerusakan itu sudah tampak.

Tanda yang dimaksud yakni waktu panen kerang hijau yang menjadi lebih lama, dari biasanya tiga bulan sudah bisa dipanen sekarang mencapai lima bulan lebih.

“Kalau zaman dulu dalam tiga bulan nelayan sudah bisa panen kerang hijau, sekarnag jadi agak lama tidak bisa cepat lagi,” kata Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Prof Etty Riani, di Bogor, beberapa saat lalu.

“Jadi bukan tidak mungkin kalau kerang hijau ini terlalu banyak dikonsumsi oleh ibu hamil bisa membawa cacat bawaan pada bayi yang baru dilahirkan,” kata Etty peneliti dari Laboratorium Ekobiologi dan Konservasi FPIK IPB Univeristy ini.

Sejak tahun 2004 Etty telah menyarankan kepada Pemerintah DKI Jakarta agar Kerang Hijau yang ada di Teluk Jakarta tidak lagi dikonsumsi oleh masyarakat karena sudah tercemar logam berat yang berasal dari pencemaran limbah.

Teluk Jakarta merupakan muara bagi 13 sungai yang mengalir di wilayah Jabodetabek dari hulu sampai hilir membawa beragam sedimentasi tidak terkecuali limbah berbahaya.

Etty menambahkan, tidak semua kerang hijau mengadung logam berat. Kondisi itu hanya berlaku di Teluk Jakarta, di wilayah lain belum tentu, salah satu wilayah yang diamati seperti Cirebon, kerang hijaunya masih aman untuk dikonsumsi.

“Kalau mau kerang hijau ya ambilah dari tempat lain jangan dari Teluk Jakarta, kerang hijau yang dibudidayakan di tempat lain masih aman untuk dikonsumsi. (yogie)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed