oleh

Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Warga Dayak Tuntut 5 Ha Tanah/Kepala Keluarga

-NUSANTARA-192 views

Jakarta, Radar Pagi – Wakil Bendahara Umum Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Dagut H Djunas meminta pemerintah memberikan jaminan atas tanah dan hutan adat suku Dayak. Dia meminta agar masyarakat adat diberikan lahan 5 hektar (Ha)/kepala keluarga untuk tanah adat, dan 10 ha/desa untuk hutan adat.

Permintaan itu diajukan lantaran kondisi suku Dayak dalam posisi terjepit laju pembangunan. Tanah dan hutan adat semakin sedikit karena investor mengembangkan lahan kelapa sawit, tambang dan hutan.

“Kita menginginkan bagaimana masyarakat kita mempunyai tanah 5 Ha tiap kepala keluarga yang diberikan sertifikat gratis oleh pemerintah. Dan setiap desa memiliki hutan adat minimal 10 ha yang juga diberi legalitas,” kata Dagut H Djunas dalam Seminar Nasional Kebudayaan Dayak dan Kontribusinya terhadap Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur, di Kementerian PPN Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Berdasarkan data yang ada, kata Dagut, sebanyak 285 desa di Kalimantan Tengah yang telah menghilang karena tergusur oleh perkebunan sawit.

Dagut mengakui masyarakat adat Dayak memang tidak mampu mengolah lahan itu sendiri. Namun sebenarnya lahan itu bisa diolah bersama investor.

“Maka tidak berlebihan masyarakat Dayak menuntut 5 ha tiap kepala keluarga diberikan sertifikat gratis dari 5 Ha dibuat produktif. Kita menyadari mungkin kita tidak mampu menggarap 5 ha tapi kehadiran investor bisa dibuat kerja sama sehingga masyarakat menghasilkan untuk kebutuhan hidupnya,” jelasnya.

Terkait hutan adat, pihaknya ingin pemerintah menjamin 4 hak masyarakat adat yakni berburu, memungut hasil hutan, meramu, dan keperluan religius.
“Hutan adat minimal 10 Ha, kenapa mengingat di 285 desa sudah tidak ada lagi hutan adatnya kami berharap kebijakan hutan adat adalah pengakuan PBB di dalam hutan adat ada 4 hak masyarakat adat kita,” katanya. (safrizal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed