oleh

Walikota Medan Terima Suap Buat ‘Jalan-jalan’ ke Jepang Bersama Keluarga

-Hukum-117 views

Jakarta, Radar Pagi – Sebagai seorang suami dan ayah, Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin patut diacungi jempol. Kemana pun dia melangkah seolah dirinya tak ingin berjauhan dengan anak dan istri. Tapi gara-gara itu, dia dijerat oleh KPK sebagai tersangka penerima suap sebesar Rp330 juta.

Semua berawal ketika Tengku Dzulmi Eldin melakukan perjalanan dinas ke Jepang dalam rangka kerja sama program sister city antara Kota Medan dan Kota Ichikawa. Saat ke Jepang itu, Eldin mengajak serta istri, dua anak, dan orang lainnya yang tidak berkepentingan.

Bukan cuma mengajak keluarga ‘jalan-jalan’ ke Jepang selama masa kunjungan kerja, tetapi lantaran betah dengan suasana di negeri sakura, keluarga sang wali kota memperpanjang waktu tinggal di sana selama 3 hari melebihi waktu kunjungan dinas yang sudah ditetapkan.

“Keluarga TDE (Tengku Dzulmi Eldin) bahkan memperpanjang waktu tinggal di Jepang selama 3 hari di luar waktu perjalanan dinas. Di masa perpanjangan tersebut, keluarga TDE didampingi oleh Kasubbag Protokol Pemerintah Kota Medan yaitu SFI (Syamsul Fitri Siregar),” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019).

 

Akibat ikut sertanya pihak keluarga, terdapat pengeluaran perjalanan dinas Wali Kota yang tak dapat dipertanggungjawabkan dan tak bisa dibayar dengan APBD. Pihak travel yang menangani perjalanan itu kemudian menagih bayaran kepada Eldin sebesar Rp800 juta sebagai biaya keluarganya selama berleha-leha dan ketawa ketiwi di Jepang.

“TDE kemudian bertemu dengan SFI dan memerintahkannya untuk mencari dana dan menutupi ekses dana non-budget perjalanan ke Jepang tersebut dengan nilai sekitar Rp 800 juta,” kata Saut.

Mendapat perintah atasan seperti itu, Syamsul Fitri Siregar kemudian bersama ajudan Tengku Eldin membuat daftar kepala dinas dan kadis yang ikut ke Jepang. Mereka itu akan ‘dipalak’ untuk menutupi utang kepada pihak travel.

Salah satu kadis yang dimintai setoran adalah Kepala Dinas PUPR Isa Ansyari. Sebenarnya Isa tidak ikut ke Jepang, tetapi dia tetap dimintai karena diangkat sebagai Kadis PU oleh Tengku Eldin.

Isa dimintai Rp 250 juta. Dia mengirimkan duit Rp 200 juta ke rekening kerabat ajudan Eldin. Sedangkan duit Rp 50 juta lain diserahkan kepada ajudan Eldin lainnya, Andika, yang kini buron.

KPK sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yaitu Kepala Dinas PUPR Isa Ansyari (pemberi suap), Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin (penerima suap), Kepala Bagian Protokoler Kota Medan Syamsul Fitri Siregar (penerima suap).

Jumlah tersangka kemungkinan bakal bertambah karena tersangka diduga sudah beberapa kali menerima setoran suap. (IS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed