oleh

Kapolres Kota Batu Pimpin Upacara HSN 2019

-TNI/POLRI-230 views

Kota Batu, Radar Pagi –  Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama menggelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2019.

Mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”, upacara digelar di Lapangan Mapolres Batu pada 08.00 Wib pagi tadi.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut tokoh agama dan pimpinan ponpes di Kota Batu, di antaranya Ketua MUI Kota Batu K.H AbdullaH Tohir, Ketua PC NU Kota Batu H. Ahmad Budiono, Ketua Muhammadiyah Kota Batu H. Abdul Manaf, Ketua FKUB Kota Batu Ruba’i, Pimpinan Ponpes Al-Hidayah Kota Batu Habib Maulana, Ponpes Khanzun Najah Kota Batu Fathul Yasin.

Dalam sambutannya, Kapolres Batu  mengimbau berbicara tentang sembilan alasan dan dasar mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian.

“Kesadaran harmoni beragama dan berbangsa, metode mengaji dan mengkaji selain mendapat bimbingan, teladan dan transfer ilmu langsung dari Kiai, di pesantren juga diterapkan, keterbukaan kajian yang bersumber dari berbagai kiab bahkan kajian lintas mazhab. Para santri biasa diajarkan untuk khidmah (pengabdian),” kata Kapolres.

“Pendidikan kemandirian, kerjasama dan saling emmbantu di kalangan santri. Gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur di pesantren. Lahirnya bergam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius. Merawat khazanah kearifan lokal. Prisip maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan pesantren. Penanaman Spiritual,” sambungnya.

Selain itu Kapolres  juga mengucap syukur karena sudah ada undang-undang tentang pesantren yang mengembangkan beberapa fungsi.

“Kita patut bersyukur karena pada peringatan hari santri tahun 2019 terasa istimewah karena hadirnya Undang-Undang no 18 Tahun 2019 yang memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Kapolres juga mengimbau agar seluruh elemen masyarakat Kota Batu  termasuk para santri tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang belum tentu benar (hoax).

“Terutama di media sosial, mari bijak dalam bermedia sosial. Saring sebelum sharing,” pintanya.

Kapolres juga menyampaikan agar masyarakat Kota Batu dan tokoh-tokoh agama Islam yang ada di Kota Batu tetap mendukung seluruh program pemerintah. Baik itu pemerintah pusat maupun daerah, serta tetap menjaga situasi kamtibmas.

“Karena modal utama suatu daerah yang akan maju apabila masyarakatnya bisa menciptakan situasi kamtibmas dan dimulai jadi polisi bagi diri sendiri,” pungkasnya. (Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed