oleh

Ahmad Dimyati: Progam Keluarga Harapan Tidak Tepat Sasaran 

-NUSANTARA-580 views

Kab. Malang, Radar Pagi – Kebijakan serta pemerataan Program Keluarga Harapan (PKH) yang ditangani dinas sosial dengan merujuk pada kebijakan program Jokowi, ternyata masih jauh dari rasa keadilan dan sangat tidak transparan.

BPD Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Achmad Dimyati, menyampaikan program-progam tersebut bukan hanya kurang tepat sasaran, tetapi juga menimbulkan problem baru di kalangan masyarakat.

“Rata-rata orang yang mendapatkan program PKH justru nggak tepat sasaran,” ujarnya ketika dihubungi Radar Pagi, Rabu (23/10/2019).

Seharusnya, kata Dimyati, masyarakat tidak mampu yang menerima manfaat dari program itu, tetapi faktanya di lapangan justu banyak keluarga mampu yang menikmatinya.

Dimyati menilai sudah sepantasnya keluarga mampu penerima PKH dihentikan batuannya dan segera dialihkan untuk keluarga tidak mampu.

“Tetapi sampai sekarang masih diberikan dan tidak ada pemberhentian, dengan dasar (alasan) masih punya komponen (anak masih sekolah),” katanya.

Salah satu keluarga mampu yang menerima PKH

Dimyati yang juga menjabat sebagai Ketua TPID ini juga menyampaikan program Dinas Sosial ini juga memicu masyarakat yang sejatinya sudah mampu itu untuk malas bekerja dengan harapan tiap bulan dia mendapatkan bantuan yang disesuaikan dengan jumlah komponen (anak sekolah). Sementara dalam hal kesehatan, rata-rata masyarakat bawah atau pedesaan  selalu mengandalkan KIS (Kartu Indonesia Sehat) padahal masyarakat tersebut sudah mampu.

“Dalam hal harta benda, yang paling miris lagi kenapa dalam hal pendampingan masyarakat yang sudah mampu kok tetap program berkelanjutan,” tegasnya.

“Dalam hal ini yang salah programnya atau orangnya?” sambung Dimyati.

Dimyati menegaskan program ini malah merusak hubungan sosial di masyarakat ketika si kaya dapat bantuan dan si miskin tidak tersentuh.

“Maka konflik bertetangga ini luar biasa. Dulu pernah saya sampaikan masalah ini sewaktu ada kunjungan dari Kabid, saya lupa namanya, dan juga pendamping PKH Kabupaten Malang,” geramnya. (Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed